Beasiswa Luar Negeri

Ada yang ingin putra putri, keponakan atau santrinya yang melanjutkan sekolah PT melalui beasiswa?, semoga informasi dibawah ini berguna ya.. memberikan harapan buat generasi muda

Please share these opportunities within your students and friends and networks👇

1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id)
2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
3. DIKTI Scholarship a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
6. USA Government Scholarship a. (http://www.aminef.or.id/index.php)b. (http://www.iief.or.id)
7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do…) (more…)

Advertisements

Beasiswa Pilot Kementerian Perhubungan 2018 – 2019

Punya cita-cita menjadi pilot atau penerbang, namun terkendala biaya? Beasiswa pilot yang ditawarkan Kementerian Perhubungan RI 2018 – 2019 ini sayang dilewatkan. Tahun ini Kemenhub melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3) Banyuwangi memberi kesempatan bagi para santriwan/santri wati lulusan pondok pesantren (ponpes) seluruh Indonesia untuk dilatih menjadi taruna/taruni Non Diploma Penerbang yang diharapkan setelah lulus dapat menjadi pilot atau penerbang.

Beasiswa pilot yang ditawarkan Kemenhub bagi lulusan ponpes ini adalah program baru. Pelamar yang berminat nanti bisa mendaftar secara online atau datang langsung ke BP3 Banyuwangi.

Untuk mendaftar, selain syarat pelamar merupakan lulusan pesantren, calon juga harus hafidz Qur’an minimal 5 (lima) Juz. Beasiswa ini bisa dilamar bagi mereka yang telah memegang ijazah SMA/SMK, D3, atau S1. Bahkan, pelamar yang telah memegang gelar S1 dan sebelumnya dari pondok pesantren, maka mendapatkan prioritas. Selengkapnya bisa dilihat pada persyaratan. (more…)

Senangkah Orang Jepang Masuk ke Surga?

Ada diskusi menarik tentang senangkah orang Jepang masuk ke Surga yg digambarkan. Surga yg digambarkan berupa tempat yg airnya mengalir dan banyak taman-taman yang indah serta wewangian bagi orang yg tinggal di khatulistiwa belum tentu menarik bagi mereka.

Orang khatulistiwa spt orang Indonesia sudah terbiasa hidupnya di daerah tropis yang penuh dg keindahan alam di mana sungai yg mengalir, pematang sawah, hutan yg penuh dg sari nutfah bunga dan tetumbuhan yg indah dan kaya rasa, aroma dan sari khasiat. Maka tdk heran bisa jadi orang Indonesia tdk terlalu tertarik dg surga yg digambarkan. Namun, dari sudut pandang lain orang indonesia umumnya membayangkan hidup enak itu yg bisa nyantai, berleha-leha, dan kaya raya. (more…)

Presentasi Prof. Donald A. Tomalia

Presentasi oleh Prof. Donald A. Tomalia mengenai Critical Nanoparticle Design Parameter (CNDP) sbg proposal yg beliau ajukan untuk menyatukan ilmu nanoteknologi. Kebetulan beliau diundang khusus hari ini oleh Professor kami untuk memberi seminar umum.

Prof. Tomalia sebagai penemu Dendrimer ini dianggap sbg salah satu calon penerima nobel. Berkat penemuannya dg dendritic effect melahirkan cabang ilmu baru dan berbagai penemuan yg sangat berguna salah satunya ntk obat kanker yg beliau jelaskan hari ini. (more…)

Seminar “Agama & Masyarakat (Jepang) Masa Kini”

Hari ini, 16 Agustus 2017 saya mengikuti seminar diskusi panel yang bertema “Agama & Masyarakat (Jepang) Masa Kini” yang diadakan oleh Liberal Art Institute, Tokyo Institute of Technology. Diskusi ini menghadirkan narasumber para Professor di kampus ini. Profesor Ueda (Ahli Peradaban dan Budaya), Profesor Akira Ikegami (Profesor tamu dan seorang jurnalis ternama di Jepang), Profesor Yumiyama (Ahli Agama), Profesor Nakajima (Ahli Ideologi Politik). Diskusi panel ini dipandu oleh Profesor Watanabe dari Taisho University, seorang editor.

Walaupun di tengah hujan yang mengguyur, banyak sekali peserta yang datang dan sepertinya ini di luar perkiraan panitia seperti yang kudengar sayup-sayup obrolan para staf. Tidak biasanya even di Jepang berjalan tidak sesuai rencana. Mungkin karena narasumber Ikegami sensei yang sudah terkenal di publik Jepang sebagai pemikir dan jurnalis. Akibatnya selain hall utama disediakan beberapa hall lain dengan live video untuk menampung para peserta yang sebagian besar para orang tua yang sudah berumur.

Saya ikut antri bersama peserta dan Alhamdulillah masih bisa mengikuti acara yang mulai sekitar satu jam telat. Panitia sepertinya ingin mengakomodasi semua peserta sehingga acara baru dimulai setelah semua peserta masuk ruangan.

Saya akan berusaha menceritakan sebagian isi materi yang disampaikan seminar tadi. Kemungkinan ada kesalahan atau tidak sesuai dengan yang disampaikan, saya mohon maaf itu semata-mata karena alasan kemampuan bahasa Jepang saya, daya ingat saya, dan atau pemahaman saya yang salah. Bagi yang menginginkan rekamannya bisa saya kirimkan, tentu masih mentah dalam bahasa Jepang. (more…)