Mobil Listrik itu Teknologi masa lalu?

Iya, ini mobil Baker Electric. Mobil ini diproduksi antara tahun 1900-1903. Baker electric ini mampu melaju 40 km/h dengan jarak tempu 80 km sekali pengisian. 80 km untuk tahun tersebut sudah sangat wah dan cukup.

Mobil listrik tetap diproduksi pada tahun 1900an walaupun mobil bensin sudah menyebar. Setelah itu mobil bensin lebih populer dan mobil listrik tdk berkembang hingga saat ini. Saat ini ketika bahan bakar fosil mulai menipis, mobil listrik mulai unjuk gigi.

Artinya, kita kembali ke masa lalu? Ini bukan robot di one piece yang bahkan vegapunk tak bisa memperbaikinya. Ini di Museum Toyota Automobile, Nagakute. 24 November 2022

Tempat Sholat dan Makan Halal di Perusahaan Jepang

Silakan bagi teman-teman yang di tempat kerjanya banyak muslimnya dan ingin disediakan tempat sholat dan makanan halal bisa menyerahkan buku panduan ntk muslim dari pemerintah Jepang di link di bawah ini ke atasan tempat kerjanya. Infonya banyak dan detail. Semoga bermanfaat.

Galaksi “kincir angin”

Galaxy ini bentuknya cantik seperti kincir angin.

Ini foto atau kondisi 500 juta tahun (cahaya) yg lalu. Artinya andai saat ini ada makhluk cerdas di sana sedang mengamati kita dengan teknologi sama, mereka tentu melihat foto atau kondisi bumi 500 juta tahun yang lalu. Iya, saat itu di bumi zaman dinosaurus. Iya, paling banter mereka mungkin hanya bisa melihat matahari sbg satu titik piksel cahaya. Bumi? sangat kecil sekali kemungkin terdeteksi.

Dengan catatan, seandainya dg kecepatan dan perkembangan kehidupan, peradaban dan teknologi yang sama ntk saat ini kita tdk akan mungkin bertemu satu sama lain seandainya di tempat lain di alam semesta itu ada peradaban makhluk cerdas yang lain.

Kecuali mungkin kalau kecepatan perkembangan peradaban teknologi mereka supercepat shg bisa menemukan teknologi yg bisa melipat ruang dan waktu mengalahkan kecepatan cahaya.

Iya, ilmu kita masih sangat tidak ada apa-apanya ibarat satu butir pasir di lautan.

sumber foto: https://japantoday.com/category/tech/webb-telescope-captures-colourful-cartwheel-galaxy
#JWST

‘Mesin Waktu’ Paling Kuat

Teleskop angkasa James Webb mungkin mesin waktu paling powerful saat ini yang bisa menjangkau jarak paling jauh yang ‘ada’. Kenapa ada karena cahaya infrared yg ditangkap oleh teleskop ini merambat di angkasa dr jarak yg sangat jauh hingga saking jauh membutuhkan waktu hingga 13 milyar tahun cahaya lebih untuk sampai ke teleskop ini. Sebagai gambaran bulan yg kita lihat itu adl kondisi 1.3 detik yg lalu, matahari yg kita amati tiap hari itu adalah matahari 8 menit di masa lalu.

Artinya image ini yang kita amati melalu Teleskop Angkasa James Webb ini, adalah kondiri 13 milyar tahun lebih yang lalu. Sekarang galaksi, bintang-bintang itu mungkin tidak ada di situ lg. bergerak ke posisi nya yg lain.

Iya, ibaratnya kita disuguhi gambar masa lalu lewat ‘mesin waktu’ bernama Teleskop Angkasa James Webb. Kita bisa melihat masa lalu dengan ini, tapi apakah kita bisa melihat ke masa depan? …

Tentu ada teorinya, misalnya, seandainya kita bisa mengirim roket pembawa pesan mendekati lubang hitam sehingga roket tertarik mengorbit di lubang hitam itu dengan kecepatan cahaya untuk beberawa waktu. Roket didesain sedemikian rupa agar selamat utuh selama bergerak dengan kecepatan cahaya. Dengan kecepatan cahaya ini maka ruang waktu di sekelilingnya akan berjalan lambat dan ruang waktu di luarnya akan berjalan cepat.

Saat roket itu berhasil keluar dr orbit di lubang hitam itu, maka ia akan sampai di masa depan. Tentu tidak gampang membuat roket spt itu…. tapi mungkin.

https://phys.org/news/2022-07-james-webb-space-telescope-galaxies.html?fbclid=IwAR3t3pqJNzt9U5vNakf46QftedC2vkNyrqvGYKUpiiHdh3X8KyXi7e5k_Do

Ekspor Inflasi

Sesuai dengan penjelasan Deputi Gubernur Bank Indonesia Pak Dody Budi Waluyo yang berkunjung ke Nagoya beberapa waktu lalu.

Pelemahan yen saat ini salah satunya karena jepang atau banyak orang Jepang menaruh uangnya di luar negeri. Dengan beli saham maupun surat utang di luar negeri, karena di dalam negeri pertumbuhan ekonominya kecil (kekurangan tenaga kerja dan lain-lain).

Beliau menjelaskan dengan menaruh uangnya di luar negeri, orang Jepang ‘mengekspor’ (sebagian) inflasinya. Iya, karena kalau uang beredar banyak di dlm negeri tentu inflasi bakal makin besar. Ini pula yg menyebabkan BoJ masih PD blm akan menaikkan suku bunganya ntk menahan laju pelemahan yen.

Iya, uang Jepang masih banyak di luar negeri tentu dg interest yg lebih besar kalau dibanding di simpan di dalam negeri. Jadi, sedikit mengingat-ingat mata kuliah Pengantar Ekonomi Makro di STAN dulu. cmiiw

https://finance.detik.com/moneter/d-6186381/china-bukan-lagi-penguasa-surat-utang-as-sekarang-siapa-dong?fbclid=IwAR36uMsqBGwjxaZewDgMY4vvLwDthM-JcrPe9fnC1bC8izXEAjRQTSTBVz4

Spiritualitas Orang Jepang

Ada sedikit tulisan saya di majalah Mata Air edisi yg akan terbit nanti. Sedikit menggambarkan kondisi bathin sosial spiritual masyarakat Jepang bbrp tahun ke belakang.

Selama beberapa tahun ke belakang itu pula banyak temen-temen muslim Indonesia yg dateng ke jepang kagum dg kemegahan jepang lalu pandangan berubah. Apalagi adanya beberapa kekecewaan thd berbagai hal yg bertolak belakang karena mengedepankan islamisasi scr material.

Lebih banyak lg yang dateng ke jepang lalu ikut arus kembali menguatkan praktek keislamanan.

Berikut barangkali jadi referensi bahan tambahan diskusi, dengan membaca bagaimana sebenarnya kondisi religius dan spiritual mereka secara umum bbrp tahun ini… 🙏🏽

https://drive.google.com/file/d/1VW8whQo9tMwxGpXdi-EefalhzAvQSKwG/view?usp=drivesdk

Aktivitas mencari kerja saat kuliah di Jepang

Dulu saat jadi mahasiswa, saya merasa kagum dan terbantu dg aktivitas mencari kerja saat kuliah. Artinya sebelum lulus sdh dpt kerja. Dan ini sangat membantu terutama bagi mahasiswa asing sehingga tidak ada periode kosong tanpa ’status’ di negara asing ini. Kalau sdh lulus blm kerja khan repot baik visa maupun mau makan pakai uang apa nanti.

Tapi, sekarang setelah jadi anggota fakulti kampus. Apalagi punya mahasiswa bimbingan. Aktifitas itu malah memusingkan dan merugikan kita. Datang ke kampus, mahasiswa malah ga ada. Kosong labnya. Lagi pada mencari kerja katanya. Ini terjadi bukan sehari dua hari tapi hampir 4-6 bulan lebih. Kadang, ada yg sampai setahun lebih karena mahasiswa ga diterima kerja. Jadinya, penelitian mandeg dan mengganggu kerjaan lain. Sangat merugikan pokoknya. Sensei saya sendiri sampai selalu bingung dan bagaimana mengatasinya karena sistemnya begitu.

Dan ini saya kira jg dialami oleh semua lab, professor, kampus seluruh Jepang. Akumulasinya penelitian yg mandeg ini bila diitung seluruh Jepang pasti besar sekali ya dampaknya. Terutama terhadap daya saing, kualitas, dan kemajuan penelitian univ maupun Jepang secara keseluruhan. Hal inilah yang dibahas di artikel berikut.

Prof Suga, kepala asosiasi kimia Jepang, menyarankan aktivitas mencari kerja tsb dipindahkan ke 3 bulan sebelum kelulusan. Mahasiswa s2 dibuat lulus pada bulan desember tahun kedua sehingga sisa 3 bulan bisa dimanfaatkan scr maksimal ntk cari kerja. Dan memang aktifitas cari kerja sebelum lulus tdk umum di amerika eropa. Spt di indonesia mereka cari kerja ya setelah dapat sarjana. Shg aktifitas cari kerja ini tdk mengganggu aktifitas belajar penelitian.

Mmmh, gmn nih pemerintah Jepang dan dunia akademik serta perusahaan Jepang menanggapi usulan ini?