Seminggu lebih memakai Leopard 10.5

Sudah seminggu lebih rupanya saya memakai operating system generasi terakhir keluaran Apple ini. Operating system Mac OS X seri 10.5 bernama Leopard ini rupanya memang lebih berat dibanding berat pendahulunya Mac OS X 10.4 tiger. Hal ini membuat kerja komputerku semakin lambat. Dengan processor intel 2 duo core 2.0 GHz dan memori 1 GB rupanya belum bisa membuat Leopard bekerja maksimal. Ini terlihat masih seringnya komputer yang berjalan lemot. Kadang kita harus menunggu beberapa detik agar kembali normal.
Saya telah mencoba memeriksa lewat program Activity Monitor. Sebuah utility software yang telah sudah tersedia di dalam OS X ini yang bisa memantau aktivitas CPU, Memori, program yang sedang berjalan, kondisi hardisk dan lain-lain. Menurutku rupanya bukan aktivitas CPU yang membuat komputerku berjalan lambat, tapi justru memori yang jelas terlihat kurang. Ini bisa terlihat dari sampai 3/4 memori ku yang tersedot untuk bekerja. Bahkan virtual memori yang digunakan sampai mencapai beberapa giga.
Setelah saya pertimbangkan masak-masak, akhirnya aku membeli hardisk baru dengan kapasitas 320 GB dengan harga sekitar 9 ribuan yen. Beberpa file di dalam komputerku telah aku pindahkan ke hardisk yang baru sekarang di komputerku tersisah sekita 18 GB space kosong. Alhamdulillah sekarang lumayan kerja komputerku telah mendekati normal seperti saat aku masih menggunakan Tiger.
Selain itu, aku juga telah menginstall sebuah utility software. Onyx namanya. Software ini bisa didownload gratis di internet. Dengan memakai software ini saya bersihkan file-file yang tidak diperlukan, mengoptimalkan kerja OS nya, serta meng-outomasi kerja program. Aku juga mengganti Yahoo messenger dengan versi terbaru yang kompatibel dengan OS X 10.5 ini. Yang terakhir, aku install ulang Flash Player Plug-ins. Alhamdulillah sekarang kerja komputerku udah kembali cepat walau kadang masih tersendat.
Beberapa kali saya telah mengupdate OS ini dan alhamdulillah sampai sekarang belum ada masalah yang berarti yang saya rasakan. Saya banyak terbantu dengan fitur terbaru OS ini terutama space dan quicklook. Space membuat kita seolah-olah bekerja dengan multi layar bisa kita tambah dan kurangi layarnya sesuai dengan kebutuhan kita lewat preference sehingga membuatku nyaman saat bekerja dengan banyak program sekaligus. Dengan quicklook kita bisa membuka file tanpa menggunakan software tambahan sama sekali. Kita bisa melihat preview berbagai macam file langsung lewat finder. Finder adalah semacam explorer di dalam windows. Kita tidak perlu membuka Office saat ingin membuka file doc, xls, ato ppt. Seperti kita tahu kerja Office lumayan berat.
Mungkin sekian dulu yang bisa saya ceritakan di sini. Perkembangan lebih lanjut tentang pemakaian OS X Leopard ini akan saya lanjutkan lain kali kalau ada waktu. Saran saya kalau ngebet pingin nginstall Leopard lebih baik pertimbangkan untuk menambah memori RAM paling ga di atas 1 GB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s