Month: February 2008

Alhamdulillah, hari ini selesai

Alhamdulillah ada 2 hal yang saya selesaikan pada hari ini. Salah satunya adalah saya menyelesaikan part-time mengajar bahasa Indonesia di salah satu perusahaan jepang yang bergerak di bidang IT berkantor di daerah Shinjuku. Yang kedua adalah hari ini saya menerima hasil studi saya selama 2 tahun saya belajar di senmongakkou. Alhamdulillah hasilnya tidak jelek.
Pengalaman saya mengajar bahasa Indonesia bermula sejak sekitar 3 bulan yang lalu. Kalau tidak salah bulan November tahun 2007. Saat itu saya mendapat tawaran dari salah satu junior saya untuk menjadi pengajar pengganti pada sebuah kelompok belajar bahasa Indonesia. Semacam perkumpulan belajar bagi orang-orang Jepang walau orang asing pun bisa ikut. Salah satu murid saya bahkan orang asing. Alhamdulillah saya masih mengajar di kelompok itu sampai sekarang.
Awal saya mengajar bahasa Indonesia di perusahaan yang berkantor dekat dengan sekolah bahasa Jepang saya yang dulu adalah sejak saya mendapat informasi dari salah satu junior yang juga mendapat informasi dari salah seorang kenalannya bahwa salah satu perusahaan di Jepang ini sedang membutuhkan cepat guru yang bisa mengajar bahasa  Indonesia. Mendapat info peluang seperti itu langsung tidak saya sia-siakan. Saya langsung menghubungi orang dari perusahaan itu secara langsung lewat email. Alhamdulillah saya langsung mendapat balasan. Proses perkenalan saya dengan orang itu sangat singkat dan Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk menambah pengalaman saya mengajar bahasa Indonesia sebelum saya pindah ke Gunma.
Sejak awal saya tahu bahwa saya akan mengajar para karyawan Jepang yang tidak bisa disangsikan lagi kualitasnya. Lebih-lebih saya mendapat bayaran per jam yang lumayan buat tambahan tabungan. Oleh karena itu, saya berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja profesional. Saya kasih tahu juga hal ini kepada teman saya yang akan menjadi rekan saya mengajar. Saya bergantian mengajar dengan dia. Seminggu 5 kali kami bagi berdua.
Di luar dugaan, murid-murid kami ternyata masih muda. Mungkin sekitar masih di bawah 30 tahun. Salah satu dari mereka yang bertemu dengan saya pertama kali adalah lulusan universitas di Amerika. Wow…tidak pernah menyangka saya akan mengajar salah seorang lulusan Amerika. Alhamdulillah proses belajar mengajar itu berjalan lancar. Bahkan di tengah pelajaran kami sering bercanda dan tertawa bersama walau saya tidak tahu pasti apa kesannya bagi mereka. Yang pasti saya enjoy dengan part-time saya ini. Saya ajarkan ke mereka juga lagu “Topi Saya Bundar” dan “Bintang Kecil”. Bagaimana ya kesan orang-orang Indonesia saat mereka mendengarkan teman-teman saya ini (saya menganggap mereka teman) menyanyikan lagu tersebut?
Hari ini hari terakhir saya mengajar. Katanya salah satu dari mereka akan segera pergi ke Indonesia. Mungkin untuk jangka waktu yang lumayan lama katanya walau masih belum tahu pasti. Saya agak khawatir bisa tidak ya dia mempraktekkan bahasa Indonesia yang saya ajarkan(*sensei* mode). Mungkin saja cara mengajar saya salah atau gimana. Semoga dia bisa beradaptasi dengan kebiasaan orang Indonesia.  Mereka berjanji sebelum dia pergi ke Indonesia. Saya akan diundang untuk acara soubetsu-kai. Acara perpisahan dengan makan bersama. Mereka merencanakan akan makan di restaurant Indonesia yang ada di Tokyo.
Kemudian mengenai hasil studi saya yang saya terima hari ini, Alhamdulilah lebih baik daripada hasil studi saya pada tahun pertama. Ada peningkatan. Saya berharap saya bisa meningkatkan belajar saya telah berada di universitas nanti. Saya mohon doa dan dukungan dari teman-teman. terima kasih.
senmongakkou : sekolah tinggi kejuruan, 2-3 tahun setelah jenjang SMA
soubetsu-kai : pesta perpisahan
Advertisements

Salju, Tokyo dan Aku

Untuk kesekian kalinya hari ini di tokyo salju turun. Saya sangat senang. Saya tidak benci salju. Saya suka. Saya senang memandangi saat pertama kali butir salju turun terus lama kelamaan menjadi bunga bunga salju yang menghiasi udara langit tokyo. Ketika salju turun dengan lebatnya permukaan tanah, rumah, lapangan, jalan2 serta semua semak pepohonan ditutupi tumpukan salju. ibarat tokyo semalam suntuk disulap sang dewi malam menjadi lautan tepung putih.
Kehadiran salju tidak hanya membawa keindahan dan kecerian warga tokyo. Tebalnya salju di landasan pesawat sempat menunda jadwal penerbangan beberapa pesawat. Beberapa jadwal kereta sempat juga dicancel yang menyebabkan antrian dan penumpukan penumpang di stasiun-stasiun dan kepadatan yang luar biasa di dalam kereta. Saya sempat mengalami sendiri. Begitu padat seolah olah ada sebuah perjuangan besar untuk mengambil satu nafas. Salju yang mulai mencair di jalan-jalan membuat kondisi jalan begitu licin yang memaksa para pemakai jalan harus ekstra hati-hati dalam berjalan dan mengendarai kendaraannya. Keberadaan salju telah memperlambat aktivitas warga tokyo paling tidak selama 15 menit.
(saya membutuhkan waktu 20 menit lebih untuk berjalan ke stasiun dari 15 menit saat kondisi biasa belum lagi harus berjalan 4 kali, pulang pergi asrama-stasiun dan pulang pergi stasiun-sekolah).
Kondisi penumpukan penumpang kereta di stasiun-stasiun dan kepadatan luar biasa di dalam kereta memang bukan hal yang jarang terjadi di kota tokyo ini. selain karena salju kadang juga keterlambatan karena kasus bunuh diri, badai atau sebab lainnya. Pada kondisi tersebut sejauh yang saya alami, setiap perusahaan kereta telah memilik prosedur penanganannya sendiri-sendiri. Bahkan mereka telah memiliki prosedur bersama saat salah satu jalur kereta mengalami delay untuk mencegah penumpukan penumpang pada salah satu stasiun utama tempat pindah kereta.
Saat kondisi penumpang padat di dalam kereta petugas kereta akan menginstruksikan agar penumpang bersabar dan membuka jendela lebar-lebar untuk pertukaran udara serta mengingatkan agar berhati-hati saat pintu kereta dibuka dan ditutup. Petugas stasiun juga menyarankan penumpang lewat wireless pengeras suara agar menggunakan kereta lokal yang lebih sedikit penumpangnya.
Perusahaan kereta juga telah paham betul dengan kondisi padat tersebut yang rawan dengan kekacauan. Bisa dilihat dari jumlah petugas yang lebih banyak dari hari-hari biasa saat kondisi seperti itu. Kemudian, apabila salah satu jalur mengalami keterlambatan maka jalur lain yang berhubungan langsung akan menyesuaikan jadwalnya untuk mengurangi penumpukan penumpang pada salah satu stasiun. Kadang penyesuaian jadwal ini baru selesai saat hari telah siang. Surat tanda keterlambatan juga selalu sudah tersedia.

Saat saya berjuang menjaga keseimbangan tubuhku di antara himpitan penduduk tokyo di dalam salah satu gerbong kereta Odakyu saya membaca tanpa sengaja email di dalam handphone yang sedang diketik oleh seorang perempuan jepang. Kira-kira bunyinya begini, “lancar sampai Yoyogi-Uehara, mulai saat ini adalah pertarungan “. Wow..saya surprise membacanya.

Memang sih perjalanan pulang pergi bekerja atau sekolah memakai kereta di tokyo adalah sesuatu yang sangat keras, penuh perjuangan dan sangat melelahkan sehingga tak jarang ada penumpang yang harus dilarikan ke rumah sakit. Namun, kalau menganggapnya itu sebagai sebuah pertarungan adalah sesuatu yang di luar pikiran saya. Bahkan hal itu diekspresikan dari seorang perempuan. Atau mungkin aku saja yang belum paham betul dengan budaya keras mereka.

Namun, terlepas dari perjalanan naik kereta adalah sebuah pertarungan atau bukan, hampir tak ada suara protes atau keributan di antara penumpang maupun antara penumpang dengan petugas stasiun walau mereka harus saling sikut dan dorong untuk sekedar menghela nafas. Sebuah keteraturan yang luar biasa atau sebuah perwujudan sikap saling tenggang rasa yang nyata saya tidak tahu pasti. Atau mereka sudah bosan dan menganggap itu tidak ada gunanya untuk protes atau perang mulut karena hanya akan membawa masalah dan menghambat jadwal-jadwal mereka selanjutnya. Apapun itu saya kagum pada mereka, kepada penumpang kepada petugas stasiun juga. Tetap semangat ya para petugas kereta.

ah…bunga-bunga salju yang beterbangan. Kau memang tetap indah bagaimanapun saya memandangnya. Terima kasih telah menemani saya di bulan januari dan februari ini.