Month: March 2008

Perjalanan ke kyushu

#Saya kopi paste langsung dari catatan, tanpa proses pengeditan

catatan wisuda
selasa, 18 maret 2008
Alhamdulillah kemarin upacara wisuda bujini owarimashita.
seperti upacara pas nyuugakushiki wisuda diadakan di mejijingu kaikan. rame sekali tp kayaknya tdk semua hadir. tambah lagi ada banyak yg juga tdk lulus karena keluar sebelum tamat atau tak memenuhi syarat lulus. nilai atau kehadiran. selain pejabat2 sekolah hadir jg tamu undangan para direktur perusahaan IT mau .electronics, koran, bahakan grafik designer, n penulis komik. hadir jg keluarga para wisudawan. di antaranya keluarga temen kokuhi dr brunei. sayang sahabatku tdk datang kemarin, dulu kami dateng ke nyugakushiki bareng tp karena suatu hal dia ga lukus datte. akhirnya kemarin aku hanya bareng2 temen kelasku. kubota, kasim-san, shuukamei, kabun, o-san. selepas foto2 bareng temen kelas, kenalan, temen okuhi, kami berenam makan siang di restaurant dekat yoyogi stasiun. tempat part timenya kasim san. kami semua pesen ikan panggang kecuali si kubo san dia pesen soba. anak2 china kayaknya lebih asyik ngobrolin masalah politik di taiwan n tibet yg lagi memanas.
selepas makan siang kami jalan kaki menuju sekolah. saat home-room kami mendapat ijasah dll. 2 temenku nagashima n hoshi san mendapat penghargaan nilai terbaik. waah senangnya. setelah itu aku foto2 bareng tomita-sensei, machijima-sensei, taniguchi sensei, shibuya sensei serta sakai sensei. sayang aku ga ketemu komi-sensei. guru favoritku. sayang ya.
sore hari aku ketemu syafril n fahmi di shin-okubo musholla di sana saya ganti pakaian. fahmi baik sekali mau membawakan barang2. rencananya kami mau makan di warung thai atau warung kare tp karena tutup zannnen desu. lalu kami langsung menuju shinagawa. di sana aku ama syafril makan soba shinagawa. sebagai pengganjel perut selama di kereta hingga nagoya.
kami berangkat dr shinagawa eki naik tokaido honsen 17.34 arah ito. namun kami norikae di atami sebelum sampai ito. tdnya rencanana malam itu kami mau bermalam di nagoya tp kayaknya lebih menghemat perjalanan kalau kami langsung menuju ogaki. akhirnya kami bermalam di ogaki. sebelum sampai ogaki kami melewati shizuoka, toyohashi, nagoya. fuji eki. tp karena malam kami tdk puas menikmati pemandangan. di ogaki kami bermalam di restaurant uotami sampi jam setengah 5. di sana kami makan ikan hokke panggang yg besarnya kalau dibandingkan dg ikan di ootoya lebih besar.
paginya sebelum meneruskan perjalanan kami bertemu obaasan yg baik ngasih tambahan ongkos buat bel ocha. dr ogaki kami berencana angsung menuju kumamoto. selama perjalanan aku ama david klenger di pagi hari. kami berdua pun ga bisa melihat pemandangan kota. kyoto, osaka, kobe, sayang ya.
akhirnya sekarang si syafril dah k.o. da tertidur tuh di pojok hahahhahaha…jangan ntar kita tipu di akalu kita td lihat pemandanan bagus2 (bales dendam mode)^^

Advertisements

Bermain Bersama Anak Jepang

Barusan pulang dari sekolah, seperti biasa aku selalu mengecek mailbox dulu sebelum menuju kamar. Kali ini aku mendapatkan sebuah tagihan asuransi kesehatan, satu lembar surat dr sebuah perusahaan tertentu dan sebuah amplop ukuran A5 tanpa nama dan alamat pengirim. Hanya tertulis A-412 Huda-san. Rasa penasaranku, apalagi amplop tersebut lumayan berat dan tebal, membuat aku segera mengintip bagian dalam isi amplop itu karena memang tidak dibungkus rapat. Apa gerangan isinya?

Ternyata amplop tersebut berisi selembar surat dan sebuah CD. Dari gambar yang terpampang di atasnya aku langsung bisa mengira siapakah pengirim CD tersebut. Iya, di atas CD terlihat gambar aku yang memakai pakaian batik sedang berhadapan dengan anak-anak Jepang dan tertulis juga namaku dan nama temanku pada bagian bawahnya. Lalu, selembar surat itu ternyata berisi ucapan terima kasih. dilanjutkan ntar lagi ah…sudah ngantukk…

Pertama kali ikut demonstrasi

Kemarin sore saya bersama teman saya mengikuti aksi demo terhadap kartun Nabi Muhammad SAW di Ebisu Garden, dekat Ebisu stasiun, Tokyo. Sekarang kuliah saya sudah libur. Sudah tidak ada lagi jadwal yang harus saya ikuti. Kemarin selepas sholat jumat seperti biasa saya makan siang di restauran Thai yang terletak di lantai satu pada gedung yang sama dengan masjid dimana saya biasa sholat jumat. Setelah itu, sekitar jam 3 saya bersama teman saya pergi bersama dengan naik kereta listrik JR jalur Yamanote untuk mengikuti aksi demo memprotes penerbitan kembali kartun nabi di 16 harian yang terbit di Denmark.
Bagaimana perasaan saya mengikuti demo tersebut tidak akan saya tulis di ini. Saya kira pembaca tahu sendiri bagaimana kalau orang yang kita sayangi, kita cintai bahkan lebih dari rasa cinta kita kita kepada ibu dan ayah kita sendiri dihina bahkan gambarnya sebagai sosok yang kejam, teroris, pembunuh sadis, bagai binatang babi dipajang di koran-koran oleh orang yang mengaku sebagai hamba kebebasan berekspresi dan berpendapat. Seandainya saya hidup satu zaman dengan beliau, satu goresan luka pun tidak akan saya ijinkan terukir di tubuh mulianya maupun hatinya yang bak mutiara. Beliau yang oleh lebih dari 1.2 milyar penduduk bumi saat ini ditempatkan sebagai Nabi dan Rosulnya kembali dihina hanya karena 3 orang yang dianggap dan dicurigai tanpa bukti yang jelas berencana melakukan tindakan pembunuhan terhadap pembuat kartun yang 2 tahun lalu menyebabkan protes di seluruh penjuru dunia dengan tidak sedikit korban jiwa dan materi.
Sampai di Ebisu stasiun saya bertemu dengan seorang teman dari Pakistan yang tinggal satu asrama dengan saya secara kebetulan. Akhirnya kami bertiga berjalan bersama menuju lokasi demonstrasi yang telah di rencanakan sebelumnya. Lokasi demonstrasi sendiri tidak jauh dari stasiun sekitar 2 menit dengan berjalan kaki. Sampai di sana telah berkumpul banyak orang dari berbagai negara. Sambil memegang papan bertuliskan kalimat protes mereka berbaris rapi memanjang di bagian sisi taman Ebisu. Suasana Ukhuwah Islamiyah langsung terasa. Jabat tangan, berpelukan tanda saudara seiman, bertanya kabar menyambut kedatangan kami bertiga. Subhanallah…Peserta demonstrasi berasal berbagai negara. Di antaranya Mesir, Pakistan, India, Jepang, Indonesia, Malaysia dan negara-negara lainnya. Sebagian besar adalah mahasiswa doktor dan post-doctoral.
Kebetulan saya sempat mengambil video dari demonstrasi tersebut. Silakan anda bisa melihatnya di halaman berikut.
Aksi demo itu sendiri dikoordinir oleh Japan Muslim Peace Organization setelah sebelumnya telah memperoleh izin dari pihak polisi Jepang dan sepengetahuan kedutaan Denmark di Jepang. Aksi tersebut berjalan dengan damai tanpa sedikitpun ada aksi kekerasan. Bahkan aksi tersebut tidak merubah sama sekali suasana taman tersebut. Sore itu banyak sekali anak-anak kecil bersama orang tua mereka tetap masih bisa bermain di taman tersebut. Satu atau dua anak balita bahkan kadang melintasi barisan demo tersebut.
Seperti biasa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan beberapa polisi berpakaian dinas maupun preman terlihat sibuk mengamankan aksi tersebut. Beberapa orang jepang sepertinya wartawan berkali-kali mengabadikan aksi tersebut dengan kamera yang mereka bawa. Beberapa anggota pendemo pun tak ketinggalan. Mereka ikut mengambil gambar dan video dengan kamera yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sementara itu, beberapa orang jepang yang melintas baik anak-anak, remaja maupun orang tua walau sebentar sempat memperhatikan aksi ini sambil membaca kalimat pada papan yang kami pegang.Papan yang kami pegang sendiri bertuliskan kalimat-kalimat seperti: I love my mother, I love my father, I love Muhammad (Peace Be Upon Him) more, He taught affection to young, he taught how to fight against poverty, How can He be against humanity, How can He preach Killing, -(Denmark)-you are free to hurt and insult, -(Denmark)-you are free to kick and bite,-(denmark)- we will not eat your cheese, butter and milk dan kalimat lainnya baik dalam bahasa Inggris maupun Jepang.
Setelah berorasi dalam bahasa Inggris maupun Jepang, sekitar pukul 16.30 JST 7 orang perwakilan demonstran yang mewakili 37 organisasi muslim di Jepang pergi ke Kedutaan Denmark untuk menyampaikan surat protes. Dalam salah satu permintaannya selain menuntut agar pemerintah Denmark meminta maaf dan melarang tindakan biadab ini terulang lagi juga meminta agar surat protes tersebut diterbitkan di 17 surat kabar yang sama atas nama kebebasan berekspresi dan berpendapat sebagai mana yang mereka junjung.

Sementara 7 orang pemuka muslim di Jepang pergi menyampaikan surat protes, para peserta demonstrasi beristirahat sejenak menunaikan sholat Ashar pada salah satu bagian taman tersebut. Selepas menunaikan sholat Ashar peserta demo kembali menyusun barisan sambil memegang papan bertuliskan kalimat-kalimat protes. Sambil berbaris tanpa disangka dari salah satu peserta ada yang membagikan satu botol jus. Alhamdulillah bisa mengobati dahaga. Semoga Allah SWT membalas amal dia.

Sekitar jam 5 saya dan teman saya pamit pulang dahulu karena dia punya jadwal part-time mulai jam 6 sore. Saya lega paling tidak hari itu saya bisa mengungkapkan perasaan saya atas penghinaan terhadap Baginda Rosulullah. Walau hanya berdiri saja, semoga keberadaan saya di sana mempunyai arti penting paling tidak menambah jumlah peserta Demo. Saya harap demo yang kami adakan di salah satu negara yang berpengaruh di bidang ekonomi seperti jepang ini tersebut memberi tekanan kepada pemerintah Denmark agar meminta maaf dan menindak tegas para pelaku penghinaan tersebut.