Exhibition – tapos

Jadi begini ceritanya. Tadi pagi saya mengunjungi eksibisi yang diadakan di Tokyo University. Sebuah Universitas kebanggaan jepang yang terletak di tokyo. Nomor satu di Asia dan nomer sekian di dunia yang tidak jauh dari sepuluh besar atau mungkin malah masuk di dalam daftar teratas itu. Namun bukan itu yang ingin saya tonjolkan. Saya mengetahui acara ini dari salah seorang senior saya yang telah menjadi salah satu panitia dan mahasiswa yang menampilkan karyanya. Saya merasakan sangat beruntung sekali bisa menghadiri event seperti ini dimana dipajang berbagai hasil karya kerja keras mahasiswa yg tentunya telah memutar otak dan menghabiskan waktunya untuk men-design mulai dari karya itu sendiri, detail stage tempat pelaksanaan sampai design websitenya.

Saya tertarik dengan sebuah hasil karya yang memadukan teknologi modern dan seni arsitektur. Saya mengamati 3 buah kontruksi yang hanya terdiri dari pipa-pipa kecil sepanjang kira 20 cm diameter 5 mm yang dihubungkan dan disusun sedemikian rupa dengan menggunakan wire yang flexibel sehingga bisa berdiri dan roboh secara otomatis dengan gerakan yang identik di antara ketiga kontruksi tersebut. Dengan memperpanjang dan memperpendek wire bangunan tersebut berdiri dan roboh sendiri. Menurut penjelasan sang creator di antara ujung-ujung pipa yang dihubungkan dengan wire tersebut dipasang sensor pengukur jarak antar ujung pipa tersebut. Hasil pengukuran tersebut dijadikan sebagai input dari program yang telah dibuat terus outputnya adalah act memperpanjang dan memperpendek wire-wire tersebut. Sebuah ide dan karya yang luar biasa menurutku. Pastilah Sang creator adalah part-timer dari sebuah Okamura Space Design.

Yang kedua yang ingin saya ceritakan adalah semacam media simulasi. Media tersebut terdiri dari semacam meja rendah yang terbuat dari papan kayu biasa, semacam bulpoint yang lumayan besar, penghasil efek getaran, dan system yang mengaturnya. Cara kerjanya kira-kira seperti ini. Efek gesekan dari pulpen yang kita tuliskan ke papan yang permukaannya kasar tersebut menghasilkan getaran. Getaran tersebut diubah dengan sensor menjadi satuan listrik yang kemudian diperbesar efeknya. Hasilnya mungkin diolah dengan suatu program dan keluarannya berupa getaran yang bersumber dari bawah papan merembet ke papan membentuk pola tak beraturan berbeda tergantung gesekan dan tulisan yg kita buat dengan bulpoint tersebut.

Selain itu masih banyak karya-karya lain yang canggih yang mungkin belum kita lihat dikehidupan sehari-hari. Saya juga menyempatkan mengunjungi semacam stand-stand perkenalan laboratorium. Memang kebetulan hari itu ada seminar/penjelasan bagi calon mahasiswa master. Saya heran tertegun mengamati sebuah poster yang menampilkan suasana di sawah. Sebuah pemandangan yang sudah lama tidak saya saksikan. Photo di poster tersebut mengingatkan saya akan daerah asal saya. Salah satu pedesaan di Indonesia.

Saat itu tiba-tiba salah satu profesor mendekati saya. Dia mungkin agak heran kenapa saya agak lama memandangi poster tersebut. Saya jelaskan kepada dia kalau photo tersebut menggambarkan daerah asal saya. Dia bertanya dari pulau mana. Ternyata photo-photo tersebut diambil dari daerah Lombok. Dia menjelaskan bahwa dia sedang mencoba membagun sebuah sistem online dan world wide untuk memantau perkembangan, keadaan, produktivitas pertanian dan mungkin juga perkiraan/ramalan kondisi pangan pertanian berdasarkan data yang diperolah langsung dari lapangan, sawah/tempat produksi. Dari gambar tersebut saya memperkirakan Laboratorium ini bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk memasang berbagai macam sensor mulai dari sensor tingkat kelembapan hingga live video camera yang dihubungkan ke jaringan internet. Sang profesor berusaha menunjukkan kepada saya pemantau lewat internet namun karena sesuatu masalah teknis usaha itu diurungkan.

Apabila sistem ini diterapkan di setiap daerah, dipasang di tiap sawah dengan satuan per hektar misalnya lalu datanya dihubungkan ke sebuah database yang kemudian diolah bukan tidak mungkin menteri pertanian bahkan mungkin setiap orang bisa memantaunya secara live bagaimana secara detail dan real kondisi pertanian kita. Tentunya hal ini juga dibarengi dengan pemantauan dalam proses distribusinya juga. Karena proses ini merupakan foktor terbesar dalam penentuan harga di lapangan. Pada akhir penjelasan sang profesor memberikan kartu namanya kepada saya ^^.

***

Di atas kereta listrik Odakyu dalam perjalanan menuju asrama teman saya. Saya menemukan kalau ternyata di Tokyo mungkin Japan ini telah diterapkan suatu sistem baru untuk mencegah anak-anak di bawah umur merokok. Namanya kartu Tapos. Hanya dengan menggunakan ini seseorang bisa membeli rokok di mesin jual otomatis yang tersebar di jalan dan tempat-tempat umum. Untuk memperolehnya orang harus apply terlebih dahulu. Bagi mereka yang belum cukup umur, di jepang batasnya adalah 20 tahun, tidak bisa memperolehnya.

Saya kira ini adalah sistem pencegahan yang sangat efektif untuk mengurangi tindakan merokok yang bisa merugikan kesehatan diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Saya bertanya dalam hati apakah sistem seperti ini telah diterapkan juga pada mesin jual otomatis minuman beralkohol.

Memang di jepang terkenal sangat strict dalam mengatur warga negaranya. Walaupun begitu, warga Jepang pun mematuhinya. Salah satunya dalam tindakan merokok. Di Jepang bisa dibilang tempat-tempat umum telah bebas dari asap rokok. Orang jepang telah dilarang merokok pada setiap stasiun di jepang. Di beberapa kota setiap dilarang merokok di jalan-jalan. Tiapa tempat umum maupun gedung-gedung hingga restauran dan pertokoan-pertokoan telah disediakan tempat khusus bagi mereka yang ingin merokok. Semakin terbatas dan sulit bagi orang jepang untuk mengisap asap rokok apalagi dengan sistem kartu bernama Tapos ini. Sementara itu di Indonesia sebagian masyarakat meminta MUI mengeluarkan fatwa rokok. Sebuah pertanyaan tentang keefektifan di lapangan antara MUI dan Tapos?

One comment

  1. wah wah wah. Udah ada laporannya. sasuga. Kayaknya Huda emang cocok jadi peneliti atau ilmuan euy, sesuai hasil tes tangan yang kemaren. Btw, ada beberapa yang sama dg aku kok. Tidak sangat jauh beda seperti yang kmu tulis. huhu

    “…terima kasih mas, semoga tulisan mas sebagai do`a dari mas Sunu…Amiiin..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s