Teknologi Prediksi Gempa berdasarkan dispersi gelombang VHF

Saya hanya akan mencoba menceritakan teknologi yang sekarang menjadi bahan penelitian Dr. Moriya dari Universitas Hokkaido yang bekerja pada Pusat Pengukuran Penelitian Gunung Berapi dan Gempa Bumi. Linknya bisa diklik di sini.

Sebelumnya penggunaan kata ‘prediksi’ bukan ‘ramalan’ karena memang teknologi ini memperkirakan kapan dimana, berapa skala gempa besar yang mungkin akan terjadi jadi lebih cocok dengan kata prediksi. Kalau ramalan lebih mengacu kepada 1-2 minggu dari sekarang sekarang berapa peluang kejadian, gejala tertentu.

Ramalan Gempa

Gejala-gejala penyebab keanehan perambatan gelombang VHF

Phenomena kacaunya gelombang VHF yang terjadi pada lapisan ionosfer gelombang yang berada pada lapisan VHF jauh tidak terdengar, pelemahan penerimaan siaran FM 1-2 minggu sebelum terjadinya gempa sendiri telah ditemukan oleh pasangan suami isteri Kushida sejak 1995 yang merupakan astronom yang menggunakan metode pengukuran FM. Namun, mereka hanya sampai pada kesimpulan bahwa hal itu hanya sebuat gejala gangguan yang tidak diketahui penyebab dan hubungannya dengan gempa bumi.

Dr. Moriya hanya mencatat dan meneliti gejala dispersi sedangkan gejala gangguan gelombang VHF yang tidak diketahui penyebabnya dibuang. Seiring dengan perkembangan teknologi rangkaian elektronik  melalui penyempitan wilayah pengamatan dan penguatan tingkat penerimaan(kando),  pengukuran tingkat medan magnetik menjadi mungkin. Untuk mengukur tingkat kekuatan yang ditentukan oleh tinggi gelombang elektriknya sendiri digunakan metode pengamatan gelombang AM. Di sini sistem tuning otomatis tidak dipergunakan karena akan mengganggu pengamatan.

VHF

Penampang permukaan gangguan perambatan disebabkan oleh gempa bumi. Daerah berwarna pink adalah wilayah pelayanan stasiun radio FM. Apabila di dalam daerah tersebut terjadi gangguan perambatan maka akan tersebar ke daerah lain.

 

Salah satu faktor yang penting adalah pemilihan tempat pengamatan. Tempat yang baik dan cocok buat pengamatan adalah tempat yang tingkat gangguan terhadap gelombang elektromagnektik kecil, tidak ada sumber gelombang elektromagnetik, dan tempat yang memiliki sumber listrik dan kawat telepon untuk pengiriman data. Tempat-tempat yang telah ada sejak dulu buat pengamatan gempa bumi dan gunung berapi bisa namun peralatan yang sudah ada di sana kemungkinan akan mengganggu alat pengamatan dispersi gelombang VHFnya.

Dispersi gelombang VHF yang terjadi di lapisan ionosfer sendiri disebabkan oleh berbagai aktifitas yaitu

  1. aktivitas sporadis pada lapisan E
  2. aktifitas meteor
  3. pantulan oleh pesawat terbang
  4. Aktivitas titik hitam matahari
  5. gejala sebelum terjadinya gempa bumi.

Tiap aktifitas yang menyebabkan dispersi mempunyai perbedaan lamanya spike dari gelombang yang dicatat. Aktifitas meteor hanya menyebabkan terjadinya spike selama 1-2 detik. Pantulan oleh pesawat terbang menghasikan pencatatan spike berbentuk seperti gunung selama 1 menit. Apabila spike yang terjadi berbentuk step gelombang dan terjadi selama 1 menit hingga beberapa jam lamanya, itu adalah pertanda akan terjadinya gempa dalam waktu sebelum 9 hari.

bersambung~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s