Arubaito di Jepang

Tak terasa sudah lebih dari tiga setengah tahun lamanya saya berada di jepang. Selama itu selain menunaikan tugas utama saya sebagai mahasiswa yaitu belajar, saya juga bekerja sampingan atau dalam istilah bahasa jepang biasa disebut arubaito, biasa disingkat dengan baito saja. Suka duka sebagai sebagai baitosei pun telah banyak saya rasakan. Mulai dari berdebat dengan bos di tempat baito sampai persahabatan dengan manajer tempat baito yang berlanjut sampai sekarang.
Bagi mahasiswa asing yang ingin baito mereka diwajibkan memiliki surat ijin yang dikeluarkan oleh kantor imigrasi yang disertai surat rekomendasi dari pihak universitas atau sekolah. Pada beberapa universitas maupun institusi pendidikan lain pengurusan surat ini bisa dilakukan melalui bagian yang mengurusi mahasiswa asing. Pengurusannya sangat mudah dan bisa diwakilkan. Saat masih belajar bahasa jepang saya baru diperbolehkan mengurus surat ini setelah berada di sini selama lebih dari 3 bulan. Selain itu, kemampuan bahasa Jepang mahasiswa tersebut juga menjadi pertimbangan bagi pihak sekolah maupun guru dalam memberikan surat rekomendasi.
Mencari baito di jepang bisa dibilang mudah karena memang kondisi masyarakat jepang yang membentuk piramida terbalik dimana usia tua lebih banyak dibanding usia muda sehingga mereka kekurangan tenaga usia produktif. Bagi mereka yang serius untuk baito bisa menghubungi kantor pusat pencarian kerja dan baito terdekat, misalnya halowork. Majalah yang berisi iklan baito dan lowongan kerja juga bisa didapatkan dengan mudah di stasiun-stasiun maupun konbini terdekat. Yang paling mudah adalah melalui internet. Sekarang telah banyak sekali situs penyedia jasa pencarian kerja dan baito. Melalui internet kita bisa mudah menemukan jenis baito yang kita inginkan dan tempat baito terdekat dengan tempat tinggal atau kampus kita dengan menggunakan fasilitas search engine. Unit mahasiswa asing di universitas-universitas juga sering menyediakan informasi lowongan baito. Selain itu, kadang informasi lowongan baito bisa kita dapatkan melalui mailing-list organisasi mahasiswa maupun masyarakat di sini.
Menurut pengalaman saya, membangun jaringan networking dengan banyak orang tidak hanya dengan orang senegara banyak membantu saya dalam menemukan baito mudah dengan gaji tinggi. Di jepang senioritas sangat kuat. Biasanya senior/senpai yang telah baito akan mewariskan baitonya ke junior/kohainya saat ia berhenti ataupun biasanya bos ditempat baito akan menanyakan adakah teman yang bisa ditarik baito sebelum memasang pengumuman. Dengan bergaul dengan mereka kita akan mendapatkan informasi tentang kondisi dan suasana tempat baito maupun trik-trik dalam menghadapi kondisi tersebut. Sebagian besar baito yang pernah saya lakukan saya dapatkan melalui senior maupun kenalan. Seperti, baito mengajar bahasa jepang, baito mengecek hasil terjemahan komik/kartun, baito di McDonald dan baito lainnya.
Jenis baito yang ada di jepang sendiri sangat beragam. Namun, tidak semuanya boleh dikerjakan oleh mahasiswa asing. Misalnya, mahasiswa asing dilarang bekerja di tempat judi, seperti pachinko, dan pusat hiburan malam. Selain itu bagi mereka yang beragama Islam sebaiknya menjauhi tempat-tempat baito yang menyediakan minuman alkohol maupun daging babi. Di samping itu, lamanya jam baito yang bisa dikerjakan dalam seminggu dan jauh tidaknya jarak tempat baito dengan tempat tinggal atau kampus bisa menjadi pertimbangan penting dalam memilih tempat baito. Bagi yang mempunyai kemampuan khusus seperti bahasa inggris maupun teknologi informasi dapat dengan mudah mendapatkan baito dengan gaji tinggi.
Selain baito di restoran dan konbini jepang, masih banyak tempat dan jenis baito yang bisa dikerjakan khususnya bagi mahasiswa. Bagi yang kemampuan bahasa inggris tinggi bisa memperoleh gaji tinggi lewat baito di lembaga seperti NOVA dan Berlitz. Mereka yang bisa internet atau computer programming bisa baito di perusahaan-perusahaan IT jepang. Baito mengajar bahasa Indonesia juga dihargai tinggi di jepang apalagi kalau di perusahaan jepang. Kalau ada waktu kita bisa mengunjungi kantor kota atau kuyakusho/shiyakusho. Di sana kadang kita ditawari baito mengikuti truk sampah mengumpulkan sampah, baito menemani/mengajak bermain anak-anak jepang.
Berbeda dengan mahasiswa yang berada di kota-kota besar, mahasiswa yang berada di kota-kota kecil jepang biasanya kesulitan dalam mencari baito di restoran atau konbini. Kalaupun dapat biasanya gajinya kecil. Mereka yang tinggal di kota-kota kecil mempunyai pilihan lain yaitu bekerja di pabrik yang tersebar di sekitar mereka dengan gaji yang lumayan. Sedikit bonus kecil di sini mereka bisa mendapatkan pengalaman khusus yaitu merasakan langsung bagaimana kondisi dan lingkungan kerja di jepang seperti yang sekarang saya kerjakan di perusahaan percetakan kalender.
Selain dengan baito, menjadi wiraswata sambil kuliah adalah pilihan tepat untuk mengumpulkan pundi-pundi yen di sini. Misalnya, membuka toko buku online ataupun menjadi auctioner.
Hal yang paling penting adalah jangan sampai kita melupakan tugas dan kewajiban utama kita datang ke jepang apalagi bagi mereka para penerima beasiswa. Dengan belajar yang tekun dan mendapatkan nilai yang tinggi saya yakin perpanjangan beasiswa tidak akan lari dari rezeki kita. Pengalaman saya selama tiga tahun belajar sambil baito di jepang ini memberikan banyak sekali pelajaran berharga dan keuntungan lainnya. Namun, saya lebih menyukai dan berharap tanpa baito saya tetap bisa memenuhi kebutuhan dan tanggung jawab saya.

Artikel ini dapat Anda baca juga pada majalah Khatulistiwa Edisi ke-11, Januari 2009 yang terbit di Jepang maupun versi onlinenya lewat link berikut.
http://www.khatulistiwa.jp/index.php?option=com_flippingbook&Itemid=78

14 comments

  1. Sebagian besar baito di jepang membutuhkan kemampuan bahasa Jepang. Baito-baito seperti mengajar bahasa Indonesia, bahasa Inggris, baito di restaurant/perusahaan Indonesia, baito di KBRI mungkin tidak terlalu menuntut kemampuan berbahasa Jepang. Di luar itu kebanyakan baito yang memerlukan tenaga seperti angkat barang, ikut truk sampah dan lain-lain tidak terlalu membutuhkan kemampuan bahasa kita. Saat ini saya tidak mempunyai infonya, silakan untuk memantaunya lewat teman, milis-milis atau pusat informasi yang lain. Semoga dimudahkan

  2. Thanks infonya.

    Oh ya boleh tahu alamat web & info2 situs tentang Arubaito. saya mahasiswa indo yg saat ini belajar nihongo gakko di Ueda. Benar seperti yang mas bilang, kota kecil memang peluang arubaitonya terbatas. bulan April saya mau pindah ke shinjuku, kira2 dimna ya saya bisa dapat info Arubaito di Shinjuku. Thanks.

    1. senpai,jadi pindah ke shijuku ya.tolong infonya,bagaimana caranya pindah ke ana,saya insyaallah april 2010 masuk nihongo gakko.tapi di utsunomiya,saya pingin pindah ke daerah shinjuku,

  3. sasuga huda yang telah melalang buana di dunia per-part time-an. =)
    btw, infonya benkyou ni narimasu.

    “Eka bukannya juga sudah berpengalaman baito sampai jungkir balik segala. Kalau sekarang masih baito, ganbatte ne!!”

  4. mas, saya mo tanya
    saya taun depan kayanya berangkat ke jepang buat belajar. kira-kira arubaito yang pas buat saya setelah saya sampe di jepang apa ya mas? trus kalo jadi loper koran gajiny berapa ya? kemungkian besar saya bakal tinggal di tokyo!

    “gitu ya, bagi yg baru pertama kali dateng ke jepang. mungkin bisa dicoba dulu baito yg tdk terlalu membutuhkan kemampuan bhs jepang atau kecuali kalau langsung udah pandai bhs jepangnya atau ingin challenge. baito di konbini, McD bisa dijadiin pilihan. Cari baito yg enak n gaji besar ya.”

  5. Hajimemashite.
    Saya bulan april 2011 akan ikut program japan language di kyoto.. Sebenarnya saya lulusan S1 bahasa jepang tp saya menyadri bahasa jpg saya masi biasa saja.kira2 bila saya bekerja di Mc.D saya bisa diterima tidak dg noken level 3?dan apakah izin arubaito hanya bisa d dapat setelah 3 bulan di jpg?saya berharap sesampai d jpg saya sudah dpt baito…
    Dan rata2 gaji baito itu berapa ya???
    Mohon info ny.🙂

  6. bisa atau ga nya silakan langsung apply ke mcd terdekat. pengalamanku shachonya ga akan nanya kita punya certificate apa. mereka hanya ingin tahu kita bisa nyambung ga dg percakapannya mereka.
    ttg ijin baito memungkinkan sblm 3 bulan. coba tanya langsung ke pihak sekokah bahasanya.
    rata2 tergantung wilayah. dan ga bisa disamaratakan karena tergantung jenis pekerjaan.

  7. Hello …Seneng deyh bisa berbagi pengalaman…
    mau banget ke jepang..inginnya sih kuliah jurusan psikologi disana..tapi saya pikir saya belom punya modal apa2…jadi ,saya ingin bekerja dulu aja dijepang,,bagaimana,?
    ,siapa tau dengan itu saya punya link dengan mudah untuk sekolah disana dengan biaya yang tidak terlalu mahal….
    sekarang saya sedang belajar bahasa jepang di perguruan tinggi,baru smester 3 sih,,tapi saya sangat mendambakan kesana..pengalaman itu yang sangat berharga…
    arigatou..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s