Quantum Dot

Begitu tiba-tiba. Beberapa minggu saya tidak pergi ke laboratorium saya karena beberapa hal dan memang karena libur musim semi, saya ketinggalan dalam memilih tema tugas akhir penelitian. Semua teman-teman seangkatan satu lab saya telah menentukan tema mereka. Saya hanya kebagian satu tema yaitu sel surya.

Sebelumnya saya sebenarnya tertarik dengan penelitian memori masa depan yang memanfaatkan perubahan tingkat resistansi suatu materi ketika berubah dari kondisi metal ke amorfase maupun sebaliknya karena pemanasan. Dengan memanfaatkan perubahan kondisi yang bertingkat ini dimungkinkan untuk mewujudkan memori multivalue. Tidak hanya 0 dan 1 saja. Walaupun saya kira ini masih jauh bila dipake untuk mewujudkan quantum computing. Namun, paling tidak sebagai batu loncatan kecil ke arah tersebut.

Tema sel surya yang mungkin menjadi tema tugas penelitianku mungkin agak berbeda dengan penelitian-penelitian yang telah ada di bidang ini. Saya akan memanfaatkan quantum dot dalam produksinya menggunakan proses auto-assembly. Dengan teknologi ini kita bisa meningkatkan tingkat efiesiensi pengubahan energi surya menjadi energi listrik hingga 50% dimana dengan teknologi konvensional yang telah ada sekarang secara ideal paling besar kita bisa mendapatkan 28% dan secara aplikasi paling besar 20%-an. Lalu dengan proses auto assembly tersebut dengan proses kimia yang sederhana kita bisa memproduksinya yang berarti dalam penurunan biaya produksi.

Dengan quantum dot dimana kita mengontrol materi hingga ke ukuran beberapa nanometer kita akan mendapatkan materi dengan karakteristik fisik, kimiawi maupun optik yang berbeda dengan materi ukuran lebih besar. Salah satunya adalah kemungkinan dalam mendapatkan multiple excited electron hanya dengan satu radiasi photon. Dengan ini tentunya kita bisa tahu kita dimungkinkan bisa mendapatkan arus listrik yang lebih besar dengan ukuran sel surya yang sama.

Seperti kita tahu energi surya adalah energi yang paling berlimpah di alam semesta ini. Pernahkah kita membayangkan bahwa energy yang diterima oleh permukaan bumi dari matahari selama satu jam masih lebih besar dari total energi yang dikonsumsi manusia selama setahun. Hal ini telah disadari oleh Amerika. Mereka berencana mengurangi ketergantungan dengan energi lain yang tidak renewable maupun tidak ramah lingkungan dengan pemanfaatkan sinar matahari ini baik melalui pengubahan ke energi listrik maupun penambangan energi panasnya.

Ini nasib saya atau sebuah keberuntungan mendapatkan tema ini. Sebenarnya teman-teman seangkatan tidak memilih tema ini karena bagi yang memilih tema ini maka mereka akan bekerja sama dengan seorang post-doc dari china dalam laboratorium saya yang tidak bisa berbahasa jepang dan orang jepang lemah dalam berbicara dengan bahasa inggris. Semula begitu, namun selama saya liburan orang china ini kembali ke negaranya. Tinggallah aku sendiri yang harus menyelesaikan penelitian yang seharusnya dikerjakan seorang doktor. Professor saya sendiri menginginkan bagaimanapun tema ini harus dimulai tahun ini karena ada rencana kerjasama dengan perusahaan. Itu artinya saya tidak mempunyai senior yang mempunya tema penelitian dengan saya. Saya hanya mengandalkan bantuan dari asisten profesor saya yang berjanji akan membantu saya sampai saya bisa menjalankan penelitian ini sendiri.

Saya mohon do’anya dari teman-teman semoga saya bisa menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s