Clean Room

Saya kemarin mendapatkan yang pengalaman bagi saya sangat hebat walaupun mungkin bagi orang lain ini hal yang biasa setidaknya perasaan senang yang aku rasakan tidak bisa aku sembunyikan. Seperti dalam iklan-iklan perusahaan CPU/prosesor seperti intel, ibm dan lain-lain yang menampilkan kecanggihan ruangan tempat pembuatan CPU/prosesor. Ruangan tersebut seperti kita tahu selain berisi peralatan-peralatan canggih, berpresisi tinggi hingga beberapa nanometer dan mahal juga merupakan ruangan yang sangat dijaga tingkat kebersihannya hingga sedikitpun debu tidak diijinkan masuk ke ruangan tersebut.

Sama seperti ruangan tersebut, ruangan yang saya masuki juga berisi peralatan canggih dan dijaga tingkat kebersihannya sehingga saya pun harus memakai pakaian sekali lagi seperti yang ada pada iklan-iklan Intel kayak pakaian astronot. Antara bagian lobi ruangan dan dalam ruangan juga dipisahkan dengan Air Shower Room tempat membersihkan orang-orang yang akan masuk ke ruangan. Ruangan itu merupakan salah satu ruangan gedung ATEC(Advanced Technology Research Center) yang merupakan salah satu badan pusat penelitian teknologi canggih universitas Gunma. Peralatan yang ada di pusat penelitian tersebut antara lain sputtering, TEM atau mikroskop elektron yang tingkat presisinya hingga 0.05 nm dan peralatan-peralatan pentiing lain yang berhubungan dengan semikonduktor, sinar x, photo-elektronik dan lain-lain.

Hari itu saya diajari sempai saya membuat rejisuto dengan bahan TEBN 60%. Pertama kali yang dilakukan adalah memotong lempengan silikon menjadi ukuran sekitar 1 cm persegi kemudian membersikan potongan itu dengan penyemprot udara yang mungkin isinya nitrogen. Potongan tersebut juga dibersihkan dengan Aseton yang dimasukkan ke dalam alat chouonpa (gelombang supersonik). Setelah itu lempengan silikon itu ditetesi larutan TEBN 60% pada bagian mengkilap dengan alat yang tingkat presisinya hingga mikro liter. Setelah itu dimasukkan ke dalam spinner yang bertujuan untuk membuat lapisan TEBN itu tersebar merata di atas permukaan lempengan silikon tersebut. Putaran pertama spinner tersebut di set 500 rpm selama 5 detik dan putaran kedua diset 6000 rpm selama 90 detik. Dengan settingan tersebut kita mendapatkan lapisan TEBN 60% itu setebal 17-19 nm. Sebuah ukuran yang sangat kecil bukan, sekitar sepermilyar meter. Setelah itu, lempengan silikon itu dipanggang dengan oven selama 3 menit dengan suhu 110 meter. Baru setelah itu didapatkan hasil akhir.

Hari itu entah kenapa saya begitu gugup saat memotong dan memegang lempengan silikon dengan pipet. Saya harap lain kali saya bisa memperbaiki diri dan lebih baik. Saya sangat berterima kasih kepada senior saya yang telah mengajari kami, saat itu saya beremoat bersama teman se-lab saya, dengan sabar.

Peralatan dan pusat penelitian seperti ATEC mungkin di jepang bisa dibilang bukan sesuatu yang langkah tapi tetap saja hebat namun di Indonesia apakah ada universitas atau badan yang memiliki pusat penelitian dan alat-alat seperti ini ya. Semoga saja banyak universitas dan instansi di Indonesia yang memilikinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s