Month: May 2009

coret-coretan hari ini

keuangan
masalah beasiswa, kemungkinan dpt atau tdk
masalah keuangan menjou dll
kalau ke daigaku lain, di sini ga bisa baito waktu tersita buat jyuken
kalau ke daigaku lain mungkin ntk sementara k*****n ke Indonesia di stop (ini sangat sulit)
kalau ke daigaku lain kemungkinan bisa cari baito banyak namun biaya hidup mahal dan ga bisa fokus ke belajar kecuali langsung dpt beasiswa

belajar
kalau ke daigaku lain bisa belajar dg hal yg diingini namun apa saya akan tetep puas dg hal itu(sifat dasar manusia yg ga pernah puas) sdg menurut perkiraan saya pun masuk daigaku lain ntar aaah… cuman gitu aja ga jauh beda dg di gundai…
kalau tetep mengandalkan baito apa akan bisa belajar dg keras
apakah akan dpt sensei dan lingkungan yg enak, pasti butuh waktu jg buat menyesuaikan
apakah saya bakal pantas jd mahasiswa daigaku lain. bisa mengikuti pelajaran mereka.
dg latar belakang saya yg anak senmongakkou
(more…)

Advertisements

Bolak-balik rumah, Lab, ATEC

Alhamdulillah. Hari ini saya begitu senang. Setelah bolak balik rumah, lab, ATEC(semacam advanced research center) terus menerus selama beberapa minggu, usaha saya tidak sia-sia. Alhamdulillah, sesuai dengan perkataan profesor saya dan sesuai dengan hipotesis saya. Saya berhasil selangkah dari beberapa tahap penelitian saya.

Menurut profesor saya ketika kita melihat suatu objek dg perbesaran semakin besar hingga puluhan ribu hingga ratusan ribu atau bahkan jutaan kali. Saat itu partikel yang terlihat sudah berukuran nanometer(sepermilyar meter). Dengan ukuran sekecil itu kita akan melihat debu yang saat kecil sekali dan kadang kita menemukan sesuatu yang tidak terlihat dengan mata telajang bahkan mikroskop cahaya yang paling canggih sekalipun. Yang paling menyenangkan bagiku saat kau memperkuat perbesaran kau memperkecil luas objek pengamatan hingga sekecil-kecilnya menuju ke suatu titik. Saat itu kau seolah-olah memakai teropong bintang mengamati luasnya angkasa. Banyak sekali debu-debu yang mulai bergerak keluar dr objek pengamatan kita dan muncul debu-debu lain yang lebih kecil seperti kristal yang keluar dari sebuah titik layaknya bintang-bintang yg bertebaran saat kita memperkuat perbesaran teropong bintang. Dalam wilayah pengamatan ukuran meter ukuran 1 cm persegi layaknya wilayah satu kecamatan kali saat perbesaran sekitar 100 ribu kali(seolah-olah). Rahasia-Nya sungguh tiada seorangpun yang bisa menyangkah. Subhanallah. Benar hari ini saya menggunakan JSM-6500F Field Emission SEM(Scanning Electron Microscope). Saya menemukan sesuatu yang tidak bisa saya amati dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran hingga beberapa puluh ribu kali. (more…)

Controllable double quantum dots and Klein tunneling in nanotubes

Controllable double quantum dots and Klein tunneling in nanotubes

Researchers from the Kavli Institute of NanoScience in Delft are the first to have successfully captured a single electron in a highly tunable carbon nanotube double quantum dot. This was made possible by a new approach for producing ultraclean nanotubes. Moreover, the team of researchers, under the leadership of Spinoza winner Leo Kouwenhoven, discovered a new sort of tunneling as a result of which electrons can fly straight through obstacles. The results of the research were published by Nature Nanotechnology on April 5, 2009.