Nanodot perakitan alami/otomatis (self-assembly)

Beberapa hari ini saya sangat senang. Penelitianku mulai membuahkan hasil. Sebenarnya sekitar 2 bulan yang lalu udah mulai nampak hasilnya tapi entah kenapa hasil diskusi yang panjang lebar dengan beberapa ilmuwan dari salah satu perusahaan elektronik terkemuka di jepang bahkan di dunia malah membuat buyar semua. Saya pun dimarahi sama profesor saya. Namun, kemarahannya bagiku adalah semacam cambuk pelecut untuk berusaha lebih baik memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada.

2 bulan yang tanpa hasil itupun setidaknya memberikan saya banyak pelajaran akan bagaimananya cara pandang dan cara berpikir seorang peneliti. Selain itu, selama 2 bulan itu saya juga belajar banyak mulai dari belajar tentang AFM dari pemakaian sampai cara kerjanya, belajar tentang ellipsometer, memperdalam pemahaman proses dan karakteristik kerja RIE plasma, belajar pemakaian mikroskop elektron (SEM) yang belum sama sekali saya sentuh padahal itu ada tepat di samping ruangan saya yang tiap hari tak lepas dari pandangan dan sebagainya

Percobaan yang saya kerjakan mulai minggu kemarin secara simultan tiap hari Alhamdulillah menampakkan hasil. Hasil tersebut dapat saya cek dan amati lewat SEM seperti yang diminta profesor saya. Menurut profesor saya hasil pengamatan dengan menggunakan SEM lebih dapat dipercaya daripada menggunakan AFM. Apalagi AFM yang akhir-akhir ini saya pakai adalah metode non-kontak.

Kali ini saya berhasil mendapatkan hasil data sebagai berikut. Ukuran diameter nanodotnya sekitar 23 nm dengan ukuran pitnya sekitar 33 nanometer. Dengan memperpanjang lama RIE ukuran nanodotnya berubah mulai sekitar 12 nm hingga 18 nm dan lebih besar dari itu. Untuk mengatur posisi dan pola nanodotnya, penelitian saya akan digabung dengan penelitian teman satu laboratorium saya tentang nanolithografi menggunakan electron beam.

Selain nanodot, saya juga berhasil membuat pola garis tak beraturan dengan ukuran lebar garis sekitar 12 nm dengan pit sekitar 22 nm. Jika kita melihat garis tersebut kita akan ingat dan membayangkan sebuah pola sidik jari yang tersusun rapi dalam ukuran nanometer.

Profesor saya meminta saya untuk menuliskan hasil ini dalam sebuah paper untuk dipublikasikan sebagai kelanjutan dari konferensi internasional yang saya ikuti pada bulan lalu. Batas akhir pengumpulan 2 minggu lagi. Saya yang masih tahun ke-4 S1 melihatnya sangat sulit dan sukar bagi saya memenuhi.Namun, Saya tidak akan menyerah. Saya akan coba dulu menerima tantangan ini. Mohon doanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s