Month: February 2010

Self-assembly atau perakitan diri/alami/otomatis

Pada dasawarsa ini teknologi nanolitografi memainkan peranan penting dalam kemajuan peradaban, kebudayaan dan teknologi manusia. Perkataan fisikawan nyentrik dan legendaris setelah Newton, Richard P. Feynman, yang berbunyi ‘masih banyak ruangan di bawah sana’ seakan menyihir para ilmuwan dan insinyur untuk berlomba-lomba memanfaatkan karakteristik dan keuntungan dari memperkecil ukuran suatu aplikasi maupun material. Bahkan sekarang usaha tersebut telah sampai pada ‘more than Moore’. Suatu teori kritis karena kemampuan manusia untuk mengontrol dan memodifikasi suatu aplikasi atau material telah mendekati ukuran partikel terkecil suatu materi yaitu atom. Teknologi tercanggih 32 nanometer mungkin bulan ini atau bahkan bulan lalu telah berhasil dikomersialkan oleh pabrikan CPU terbesar dan tercanggih di dunia, intel.

Penelitian mutakhir membuktikan bahwa dengan mengontrol atau memodifikasi ukuran, bentuk dan struktur suatu material hingga sekecil beberapa nanometer mampu merubah karakteristik dan efek fisik, elektronik maupun kimiawi dari suatu material. Sebagai contoh suatu material yang kuat, lentur dan tahan banting bisa diperoleh dari bahan yang ringan dengan memodifikasinya hingga skala nanometer. Selain itu, penelitian tentang karbon nanotube dan materi graphin telah mendorong para ilmuwan untuk mewujudkan generasi baru alat-alat elektronik maupun suatu hasil produksi. Penelitian-penelitian ini membawa suatu harapan baru bagi perkembangan lanjut teknologi. (more…)