Penyebab Penyelewengan Terjadi, Segitiga Penyelewengan

Penyelewengan. Penyelewengan bisa terjadi dimana saja pada tingkatan apa saja. Tidak terkecuali terjadi di negara maju seperti Jepang. Berita penyelewengan terakhir yang menghebohkan Jepang adl tentang kasus penyelewengan pembukuan yg terjadi di perusahaan besar, Toshiba. Salah satu perusahaan kebanggaan orang Jepang.

Menurut Dr. Cressey dalam dissertasinya yg berjudul “OTHER PEOPLE’S MONEY – A STUDY IN THE SOCIAL PSYCHOLOGY OF EMBEZZLEMENT”, penyelewengan bisa terjadi karena tiga sebab. Motivasi/Tekanan, Kesempatan, dan Pembenaran. Tiga sebab ini terkenal sebagai ‘Segitiga Penyelewengan’.

Motivasi/Tekanan
Sebagai contohnya, penyelewengan karena tekanan atasan. Penyelewengan untuk menepati batas waktu yang telah ditetapkan. Kondisi karena ancaman ataupun ketakutan karena ketergantungan terhadap orang yang menggajinya dengan mudah akan membuat orang mudah melakukan penyelewengan. Ekonomi yang buruk jg membuat orang mudah melakukan tindakan yang melawan hukum.

Kesempatan
Tidak adanya pengawasan dan pengecekan dalam suatu sistem akan memudahkan orang melakukan penyelewengan. Misalnya, apabila petugas pencatat keuangan dan orang yg memegang uang adl orang yg sama maka akan lebih mudah penyelewengan. Selain itu, tidak adanya pencatatan akan menyulitkan pengecekan. Hal ini juga dengan mudahnya memberi kesempatan orang melakukan penyelewengan. Tanpa pencatatan akan sulit membuktikan kesalahan yg ada. Seperti kata-kata yg populer, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat tetapi jg karena adanya kesempatan.

Pembenaran
Kondisi sekitar yang menganggap wajar atau biasa suatu tindakan penyelewengan akan melahirkan banyak tindakan kejahatan. Kata-kata ‘semua orang juga begitu’, ‘semua orang tahu sama tahu’, seharusnya harus kita jauhi dan hindari. Saya yakin tidak semua orang berpikiran jahat Hanya sebagian saja, lalu itu mengemuka dan populer shg sebagian orang berpikiran begitu. Saya yakin tidak semua orang berpikiran spt itu. Bahkan sebuah teori mengatakan rata-rata dlm suatu kumpulan orang hanya 20% saja yg jahat. Dari sini kita bisa tahu pentingnya berpikiran positif. InsyaAllah saya yakin masih banyak orang yg lurus. Tinggal kita mau ikut yg lurus atau yg lainnya.

Menurut teori yg diterbitkan tahun 1973 ini, apabila ketiga faktor ini ada dalam satu waktu, penyelewengan akan mudah timbul. Seperti kita dengar, kasus penyelewengan keuangan dlm toshiba terjadi antara lain karena adanya tekanan dari atasan dan rasa yg lemah ntk melakukan tindakan pencatatan keuangan.

Bagaimana dengan kondisi di Indonesia, penyelewengan korupsi masih terjadi. Sebagai masyarakat kecil, minimal saat ini saya bisa menghapus pembenaran korupsi dr pikiran saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s