Ziarah dan kerja bakti ke Pemakaman Muslim di Enzan, Yamanashi, Jepang

Rupanya sudah lama sekali pemakaman muslim ini ada. Nisan paling tua yang aku jumpai tertulis tahun 1966. Mungkin ada yang lebih tua lagi.

Ceritanya dulu ada orang muslim yang meninggal di daerah tersebut. Karena Muslim, orang Jepang memutuskan untuk menguburkannya. Mereka lalu memilih daerah tersebut yang memang merupakan area pemakaman Jepang dimana sebagiannya ada yang dikubur atau bukan dibakar.

Sebenarnya dulu sebelum Jepang modern, orang Jepang yang meninggal jasadnya dikubur. Sekarang aja mereka kebanyakan memilih dibakar. Akibatnya yg aku dengar bisnis tanah pemakaman menjadi turun. Mungkin tak heran sebagian area pemakaman tersebut dikapling menjadi tempat pemakaman orang yang beragama seperti Islam maupun Ahmadiyah.

Tempat pemakamam muslim ini sendiri dikelola oleh Japan Muslim Association atau JMA.
Biaya satu kaplingnya sendiri yang aku dengar sekitar 1 juta yen atau 120 jt rupiah. Tentu lebih murah bagi mereka yang menjadi anggota JMA. Selain di Yamanashi, ada juga area pemakaman Muslim di Ibaraki. Kalau di Yamanashi diharapkan diperuntukkan untuk orang Jepang Muslim karena keterbatasan lahan, makam Muslim di Ibaraki katanya lebih umum.

Dewasa ini dengan semakin meningkatnya jumlah Muslim di Jepang, penyediaan area pemakaman muslim menjadi semakin dibutuhkan. Apalagi dengan meningkatnya jumlah orang Jepang yg mualaf maupun anak keturunan keluarga muslim Jepang yang bertambah. Ini mungkin menjadi PR bagi umat Muslim semuanya.

Kegiatan ziarah ini sendiri sdh berlangsung sejak dua puluhan tahun yang lalu. Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan utama JMA tiap tahun. Menurut ketua JMA, insyaAllah mereka yang dikubur di sini akan senang dengan kegiatan kerja bakti bersih-bersih dan berdoa yang diadakan ini. Ini juga untuk menunjukkan bahwa Islam itu sangat mementingkan kebersihan.

Ketua JMA sangat berterima kasih atas kerja sama dengan KMII Jepang dalam kegiatan kerja bakti dan ziarah yang sdh berlangsung beberapa tahun ini. Beliau mengharapkan bisa rutin kedepan. Setelah kerja bakti dan berdoa, kegiatan ditutup dg sholat berjamaah dan makan siang bersama. Sekitar 50 an orang Indonesia dan Jepang Alhamdulillah berpartisipasi dalam acara ini.

Dalam suasana kerja bakti hari ini saya begitu tertegun mendengarkan cerita para ibu yang bersuamikan orang Jepang saat suami kesayangannya meninggal. Kegiatan dan keguyuban orang muslim beberapa puluh tahun yang lalu di Jepang masih kurang. Akibatnya beliau merasakan bagaimana sulitnya untuk mengurus jenazah keluarganya yang meninggal.

Akhirnya balik kediri kita. Kita tidak tahu kapan kita meninggal. Entah hari ini entah besok. Kita hanya perlu mempersiapkannya. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Semoga kita husnul khotimah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s