Month: February 2017

Presentasi Dirut LG Display

Alhamdulillah hari ini mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan presentasi dari Dirut LG Display. Beliau memaparkan perkembangan teknologi display terutama OLED. Berkat teknologi yang dikembangkan oleh Prof. Hosono dari Tokyo Institute of Technology, LG Display memenangkan persaingan dengan raksasa Samsung dalam pasar display OLED. Sekarang LG Display dan Samsung menguasai pasar display layar tipis di seluruh dunia.

Produk andalan LG terbaru adalah wallpaper OLED display yang ketebalannya hanya sekitar 4 mm shg bisa langsung dipasang di dinding tanpa menyita space. Akan ada inovasi terbaru display tanpa speaker. Suara akan dihasilkan dari getaran cristal di bawah permukaan displaynya. Menarik bukan.

20170224_110055

Prof. H

Prof. Hosono sbg pemrakarsa oxide semikonduktor menjelaskan teknologi IGZO yg beliau temukaj dan kembangkan. Beliau menceritakan saat perusahaan display Jepang ribut dalam untuk menyelamatkan perusahaan displaynya, LG Display tanpa ribut menginvestasikan dananya senilai dengan dana yg diributkan perusahaan jepang untuk membangun pabrik display terbarunya.

Moral cerita, tidak selamanya yang di atas selalu di atas. Ada kalanya gantian yang di bawah ganti di atas.

Generasi Awal nan Elite Muslim Jepang


Silakan bagi yg kemarin ga sempat mengikuti kajian online buku Fatwa dan Resolusi Jihad tahun 1945 karya terbaru Agus Sunyoto. Ketua LESBUMI, Penulis Atlas Walisongo.

Banyak pengetahuan baru yg menarik yg kita bisa dapatkan. Salah satunya disebutkan Jenderal Hayashi Senjuro adl seorang muslim. Beliau adalah Presiden Islamic Association di Jepang.

Beliau salah satu Jenderal besar pemimpin pasukan Jepang di Semenanjung Korea. Beliau juga Jenderal yg mengirim pasukan Jepang menyerang Manchuria. Beliau pernah menjadi Menteri Militer Jepang.

Saat itu sendiri Jepang sedang memulai propaganda untuk menguasai ataupun menyatukan Asia dengan Jepang sbg pemimpinnya. Salah satunya Jepang terinspirasi juga kekaisaran Islam yang pernah menguasai asia hingga sebagian eropa.

Dukungan rakyat muslim di sebagian besar daerah Asia saat itu tentu akan sangat membantu mewujudkannya. Jepang sendiri saat itu sedang mewacanakan mempersatukan organisasi agama dalam satu wadah di bawah kontrol negara.

Organisasi Islam di Jepang dipimpin oleh Jenderal Hayashi. Kalau benar beliau seorang muslim, ini berarti Jepang pernah dipimpin Perdana Menteri yang beragama Islam. Jenderal Hayashi sendiri melalui organisasi tersebut menjalin hubungan dengan para mahasiswa muslim asal Indonesia sejak sebelum penyerangan Jepang ke Indonesia.

Rupanya generasi awal Muslim di Jepang sebagian adalah para kaum elit Jepang yg sangat berpengaruh. Selain Jenderal Hayashi, ada tokoh intelektual Jepang yang bernama Shuumei Okawa.

Shuumei Okawa lulusan hukum Univ Tokyo. Beliau seorang nasionalis Jepang, beliau juga orang pertama yg menyelesaikan penerjemahan Al Quran kedalam bahasa Jepang. Ini ia kerjakan selama berada dalam penjarah. Beliau terkenal dengan insiden Penepukan PM Tojo.

Mereka adalah muslim sekaligus sebagai nasionalis tulen. Menarik ini mendemonstrasikan bagaimana seorang muslim bisa mentransformasi diri juga sebagai seorang nasionalis di negara besar pada zamannya.

Mungkin dari sini kita sedikit paham mengapa kedatangan Jepang ke Indonesia untuk mengusir Belanda pada awalnya disambut gembira oleh sebagian elit Indonesia.