Superatom

Partikel yg tersusun dr sejumlah atom lebih kecil dr 100 buah atom namanya cluster. Nah, pada cluster elektron yg menyusun atomnya ga hanya beredar di orbit atom itu sendiri tp dia mengitari permukaan cluster tsb. Akibatnya, jumlah elektron penyusun lapisan orbit terluarnya berbeda dg jumlah elektron penyusun lapisan orbit atom jenis itu sendiri. Misalnya yg sdh ditemukan adl Aluminium dg 13 atom, susunan elektron terluarnya sama dg gas Argon. Eh karena itu, sifat Al13 mirip gas Argon. Yg spt itu namanya superatom. Atom2 yg memilih sifat khusus atau berbeda dg jenis atom penyusunnya.

Menarik memang.. dari kondisi elektron di permukaan cluster bisa cukup dominan memunculkan suatu sifat dari suatu cluster menjadi superatom. Atom yang bergabung menjadi satu, jadi berubah sifatnya. Mudahnya begitu.

Bahkan ada beberapa penemuan kalau jumlah atom penyusun clusternya berbeda bandgapnya juga. Atom yg sama jenisnya bisa jd insulator, konduktor atau semikonduktor tergantung ukuran atau strukturnya.

Sekarang ini ada secara garis besar ada dua method dalam membuat cluster atau superatom. Satu melalui metode dalam fase gas, yang kedua melalui metode dalam fase cair. Contoh fase gas adalah melalui metode plasma. Contoh fase cair adalah melalu metode dendrimer yang saya pakai saat ini. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s