Aktifitas

Presentasi Prof. Donald A. Tomalia

Presentasi oleh Prof. Donald A. Tomalia mengenai Critical Nanoparticle Design Parameter (CNDP) sbg proposal yg beliau ajukan untuk menyatukan ilmu nanoteknologi. Kebetulan beliau diundang khusus hari ini oleh Professor kami untuk memberi seminar umum.

Prof. Tomalia sebagai penemu Dendrimer ini dianggap sbg salah satu calon penerima nobel. Berkat penemuannya dg dendritic effect melahirkan cabang ilmu baru dan berbagai penemuan yg sangat berguna salah satunya ntk obat kanker yg beliau jelaskan hari ini. (more…)

Advertisements

Seminar “Agama & Masyarakat (Jepang) Masa Kini”

Hari ini, 16 Agustus 2017 saya mengikuti seminar diskusi panel yang bertema “Agama & Masyarakat (Jepang) Masa Kini” yang diadakan oleh Liberal Art Institute, Tokyo Institute of Technology. Diskusi ini menghadirkan narasumber para Professor di kampus ini. Profesor Ueda (Ahli Peradaban dan Budaya), Profesor Akira Ikegami (Profesor tamu dan seorang jurnalis ternama di Jepang), Profesor Yumiyama (Ahli Agama), Profesor Nakajima (Ahli Ideologi Politik). Diskusi panel ini dipandu oleh Profesor Watanabe dari Taisho University, seorang editor.

Walaupun di tengah hujan yang mengguyur, banyak sekali peserta yang datang dan sepertinya ini di luar perkiraan panitia seperti yang kudengar sayup-sayup obrolan para staf. Tidak biasanya even di Jepang berjalan tidak sesuai rencana. Mungkin karena narasumber Ikegami sensei yang sudah terkenal di publik Jepang sebagai pemikir dan jurnalis. Akibatnya selain hall utama disediakan beberapa hall lain dengan live video untuk menampung para peserta yang sebagian besar para orang tua yang sudah berumur.

Saya ikut antri bersama peserta dan Alhamdulillah masih bisa mengikuti acara yang mulai sekitar satu jam telat. Panitia sepertinya ingin mengakomodasi semua peserta sehingga acara baru dimulai setelah semua peserta masuk ruangan.

Saya akan berusaha menceritakan sebagian isi materi yang disampaikan seminar tadi. Kemungkinan ada kesalahan atau tidak sesuai dengan yang disampaikan, saya mohon maaf itu semata-mata karena alasan kemampuan bahasa Jepang saya, daya ingat saya, dan atau pemahaman saya yang salah. Bagi yang menginginkan rekamannya bisa saya kirimkan, tentu masih mentah dalam bahasa Jepang. (more…)

Trimetallic Alloy Sub-nano Cluster

Silakan bagi yang ingin mengetahui penelitian yang sedang kukerjakan. Kata kuncinya adalah catalysts, superatom, sub-nanoclusters. Alhamdulillah baru-baru ini keluar di phys.org dan koran jepang. Link ada di bawah.

Penelitiannya berupa pembuatan alloy metal dengan ukuran sekitar 1 nanometer (1 per 1 milyar meter) secara terkontrol baik struktur maupun susunannya dalam skala puluhan hingga ratusan gram dengan tatakan atau template berupa dendrimer. Sangat atomic presisi, mudah prosesnya, dan skalanya besar.

Karena sangat kecilnya untuk pengamatan kami menggunakan TEM/STEM JEOL ARM-200F termutakhir dengan resolusi 80 picometer atau 0.08 nanometer. Menariknya mulai ukuran 1 nm ini saya selalu terpana karena mampu melihat atom satu persatu dengan teknis yang mudah karena STEM ini dilengkapi Cs Corrector dan juga dobel EDS sensor.

Saya sendiri sempat mengerjakan proyek ini hingga mampu meningkatkan reaktivitas katalisnya hingga 2 kali lipat. Sekarang saya mengerjakan topik yang lebih baru lagi dengan menggunakan cluster yang lebih kecil lagi, nol koma sekian nano untuk katalis hydrocarbon yang lebih sulit lagi.

Monggo.
https://phys.org/…/2017-08-one-nanometer-trimetallic-alloy-…
https://goo.gl/z3KrDp

Jurnal Buku Artikel Ilmiah Gratis/Free

Silakan bisa melakukan pencarian melalui link di bawah ini. Semoga bermanfaat 🙏

If anyone needs Research paper or Books
Please search the following websites,
1) http://gen.lib.rus.ec
2) http://sci-hub.org
3) http://sci-hub.cc
4) http://sci-hub.bz
4) http://search.crossref.org
5) http://booksc.org/
6) http://libgen.io/
7) http://gen.lib.rus.ec/scimag/
8) http://airccj.org/csecfp/library/index.php

for text books , these are the links
1) http://libgen.org/
2)http://gen.lib.rus.ec/
3) http://en.bookfi.org/
4) http://lib.freescienceengineering.org/
5) http://bookza.org/
6) http://bookzz.org/ (more…)

Penggalangan Dana Renovasi Masjid & Pesantren Al Ikhlas, Jepang

https://kitabisa.com/masjidpesantrensano

Assalamu’alaykum Warohmatullah Wabarokatuh

Kami jamaah Masjid Al Ikhlas, Sano Prefektur Tochigi Jepang berjumlah 200 an orang sebagian besar orang Indonesia baik pekerja profesional maupun TKI.

https://www.facebook.com/groups/384830045020917/

https://www.facebook.com/groups/1045465605518869/

Alhamdulillah kami telah berhasil membayar lunas Tanah dan Bangunan Masjid & Pesantren Al Ikhlas Sano pada Juli 2016. Proses balik nama telah selesai dan Masjid dapat dipergunakan sejak Desember 2016. Alamat di 117 Horigomecho, Sano, Tochigi-pref. Jepang (lihat map https://goo.gl/JYXHZS)

Kini kami butuh dana untuk RENOVASI Masjid dan Pesantren. Terdiri dari dua gedung, dua lantai untuk Masjid, tiga lantai untuk pesantren dan koperasi. InsyaAllah akan menjadi pesantren pertama di Jepang yang berdiri. (more…)

Presentasi Dirut LG Display

Alhamdulillah hari ini mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan presentasi dari Dirut LG Display. Beliau memaparkan perkembangan teknologi display terutama OLED. Berkat teknologi yang dikembangkan oleh Prof. Hosono dari Tokyo Institute of Technology, LG Display memenangkan persaingan dengan raksasa Samsung dalam pasar display OLED. Sekarang LG Display dan Samsung menguasai pasar display layar tipis di seluruh dunia.

Produk andalan LG terbaru adalah wallpaper OLED display yang ketebalannya hanya sekitar 4 mm shg bisa langsung dipasang di dinding tanpa menyita space. Akan ada inovasi terbaru display tanpa speaker. Suara akan dihasilkan dari getaran cristal di bawah permukaan displaynya. Menarik bukan.

20170224_110055

Prof. H

Prof. Hosono sbg pemrakarsa oxide semikonduktor menjelaskan teknologi IGZO yg beliau temukaj dan kembangkan. Beliau menceritakan saat perusahaan display Jepang ribut dalam untuk menyelamatkan perusahaan displaynya, LG Display tanpa ribut menginvestasikan dananya senilai dengan dana yg diributkan perusahaan jepang untuk membangun pabrik display terbarunya.

Moral cerita, tidak selamanya yang di atas selalu di atas. Ada kalanya gantian yang di bawah ganti di atas.

Generasi Awal nan Elite Muslim Jepang


Silakan bagi yg kemarin ga sempat mengikuti kajian online buku Fatwa dan Resolusi Jihad tahun 1945 karya terbaru Agus Sunyoto. Ketua LESBUMI, Penulis Atlas Walisongo.

Banyak pengetahuan baru yg menarik yg kita bisa dapatkan. Salah satunya disebutkan Jenderal Hayashi Senjuro adl seorang muslim. Beliau adalah Presiden Islamic Association di Jepang.

Beliau salah satu Jenderal besar pemimpin pasukan Jepang di Semenanjung Korea. Beliau juga Jenderal yg mengirim pasukan Jepang menyerang Manchuria. Beliau pernah menjadi Menteri Militer Jepang.

Saat itu sendiri Jepang sedang memulai propaganda untuk menguasai ataupun menyatukan Asia dengan Jepang sbg pemimpinnya. Salah satunya Jepang terinspirasi juga kekaisaran Islam yang pernah menguasai asia hingga sebagian eropa.

Dukungan rakyat muslim di sebagian besar daerah Asia saat itu tentu akan sangat membantu mewujudkannya. Jepang sendiri saat itu sedang mewacanakan mempersatukan organisasi agama dalam satu wadah di bawah kontrol negara.

Organisasi Islam di Jepang dipimpin oleh Jenderal Hayashi. Kalau benar beliau seorang muslim, ini berarti Jepang pernah dipimpin Perdana Menteri yang beragama Islam. Jenderal Hayashi sendiri melalui organisasi tersebut menjalin hubungan dengan para mahasiswa muslim asal Indonesia sejak sebelum penyerangan Jepang ke Indonesia.

Rupanya generasi awal Muslim di Jepang sebagian adalah para kaum elit Jepang yg sangat berpengaruh. Selain Jenderal Hayashi, ada tokoh intelektual Jepang yang bernama Shuumei Okawa.

Shuumei Okawa lulusan hukum Univ Tokyo. Beliau seorang nasionalis Jepang, beliau juga orang pertama yg menyelesaikan penerjemahan Al Quran kedalam bahasa Jepang. Ini ia kerjakan selama berada dalam penjarah. Beliau terkenal dengan insiden Penepukan PM Tojo.

Mereka adalah muslim sekaligus sebagai nasionalis tulen. Menarik ini mendemonstrasikan bagaimana seorang muslim bisa mentransformasi diri juga sebagai seorang nasionalis di negara besar pada zamannya.

Mungkin dari sini kita sedikit paham mengapa kedatangan Jepang ke Indonesia untuk mengusir Belanda pada awalnya disambut gembira oleh sebagian elit Indonesia.