Presentasi Dirut LG Display

Alhamdulillah hari ini mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan presentasi dari Dirut LG Display. Beliau memaparkan perkembangan teknologi display terutama OLED. Berkat teknologi yang dikembangkan oleh Prof. Hosono dari Tokyo Institute of Technology, LG Display memenangkan persaingan dengan raksasa Samsung dalam pasar display OLED. Sekarang LG Display dan Samsung menguasai pasar display layar tipis di seluruh dunia.

Produk andalan LG terbaru adalah wallpaper OLED display yang ketebalannya hanya sekitar 4 mm shg bisa langsung dipasang di dinding tanpa menyita space. Akan ada inovasi terbaru display tanpa speaker. Suara akan dihasilkan dari getaran cristal di bawah permukaan displaynya. Menarik bukan.

20170224_110055

Prof. H

Prof. Hosono sbg pemrakarsa oxide semikonduktor menjelaskan teknologi IGZO yg beliau temukaj dan kembangkan. Beliau menceritakan saat perusahaan display Jepang ribut dalam untuk menyelamatkan perusahaan displaynya, LG Display tanpa ribut menginvestasikan dananya senilai dengan dana yg diributkan perusahaan jepang untuk membangun pabrik display terbarunya.

Moral cerita, tidak selamanya yang di atas selalu di atas. Ada kalanya gantian yang di bawah ganti di atas.

Advertisements

Generasi Awal nan Elite Muslim Jepang


Silakan bagi yg kemarin ga sempat mengikuti kajian online buku Fatwa dan Resolusi Jihad tahun 1945 karya terbaru Agus Sunyoto. Ketua LESBUMI, Penulis Atlas Walisongo.

Banyak pengetahuan baru yg menarik yg kita bisa dapatkan. Salah satunya disebutkan Jenderal Hayashi Senjuro adl seorang muslim. Beliau adalah Presiden Islamic Association di Jepang.

Beliau salah satu Jenderal besar pemimpin pasukan Jepang di Semenanjung Korea. Beliau juga Jenderal yg mengirim pasukan Jepang menyerang Manchuria. Beliau pernah menjadi Menteri Militer Jepang.

Saat itu sendiri Jepang sedang memulai propaganda untuk menguasai ataupun menyatukan Asia dengan Jepang sbg pemimpinnya. Salah satunya Jepang terinspirasi juga kekaisaran Islam yang pernah menguasai asia hingga sebagian eropa.

Dukungan rakyat muslim di sebagian besar daerah Asia saat itu tentu akan sangat membantu mewujudkannya. Jepang sendiri saat itu sedang mewacanakan mempersatukan organisasi agama dalam satu wadah di bawah kontrol negara.

Organisasi Islam di Jepang dipimpin oleh Jenderal Hayashi. Kalau benar beliau seorang muslim, ini berarti Jepang pernah dipimpin Perdana Menteri yang beragama Islam. Jenderal Hayashi sendiri melalui organisasi tersebut menjalin hubungan dengan para mahasiswa muslim asal Indonesia sejak sebelum penyerangan Jepang ke Indonesia.

Rupanya generasi awal Muslim di Jepang sebagian adalah para kaum elit Jepang yg sangat berpengaruh. Selain Jenderal Hayashi, ada tokoh intelektual Jepang yang bernama Shuumei Okawa.

Shuumei Okawa lulusan hukum Univ Tokyo. Beliau seorang nasionalis Jepang, beliau juga orang pertama yg menyelesaikan penerjemahan Al Quran kedalam bahasa Jepang. Ini ia kerjakan selama berada dalam penjarah. Beliau terkenal dengan insiden Penepukan PM Tojo.

Mereka adalah muslim sekaligus sebagai nasionalis tulen. Menarik ini mendemonstrasikan bagaimana seorang muslim bisa mentransformasi diri juga sebagai seorang nasionalis di negara besar pada zamannya.

Mungkin dari sini kita sedikit paham mengapa kedatangan Jepang ke Indonesia untuk mengusir Belanda pada awalnya disambut gembira oleh sebagian elit Indonesia.

Ziarah dan kerja bakti ke Pemakaman Muslim di Enzan, Yamanashi, Jepang

Rupanya sudah lama sekali pemakaman muslim ini ada. Nisan paling tua yang aku jumpai tertulis tahun 1966. Mungkin ada yang lebih tua lagi.

Ceritanya dulu ada orang muslim yang meninggal di daerah tersebut. Karena Muslim, orang Jepang memutuskan untuk menguburkannya. Mereka lalu memilih daerah tersebut yang memang merupakan area pemakaman Jepang dimana sebagiannya ada yang dikubur atau bukan dibakar.

Sebenarnya dulu sebelum Jepang modern, orang Jepang yang meninggal jasadnya dikubur. Sekarang aja mereka kebanyakan memilih dibakar. Akibatnya yg aku dengar bisnis tanah pemakaman menjadi turun. Mungkin tak heran sebagian area pemakaman tersebut dikapling menjadi tempat pemakaman orang yang beragama seperti Islam maupun Ahmadiyah.

Tempat pemakamam muslim ini sendiri dikelola oleh Japan Muslim Association atau JMA.
(more…)

Spin Berita atau Isu

Metode propaganda untuk mengalihkan perhatian publik dari suatu isu yang ingin dilindungi atau dihilangkan.

Caranya ada banyak.
-Cherry-picking – memilih hal yg baik saja atau buruk saja dengan mengabaikan hal lain yg tidak diinginkan
-Menunjukan atau membesarkan keburukan lawannya. Bisa dibuat sendiri atau dengan menguliti pihak lawannya. Lawan bayaran atau jadi2an bisa sengaja dibuat atau dimunculkan, yg padahal mudah dipatahkan argumennya atau ntk mengaburkan atau pun memecah-bela interpretasi publik thd lawan yg sebenarnya.
-Mengalihkan perhatian publik dengan membuat isu baru untuk mengubur isu yang tidak diinginkan
-Permintaan maaf tanpa minta maaf. Contohnya, saya minta maaf Anda merasa tersakiti. Iya, tanpa mengakui kesalahannya.

Dan masih banyak teknik lainnya. Teknik ini biasanya dipakai dalam dunia politik dan bisnis.

Sumber: https://en.m.wikipedia.org/wiki/Spin_(propaganda)

Bertemu Ilmuwan-Ilmuwan Penerima Nobel

1475915273251

Alhamdulillah kemarin bisa mendengarkan secara langsung presentasi dari 3 ilmuwan besar di dunia dalam rangka peresmian institute baru di Tokyo Institute of Technology, Institute Innovative of Research tempat saya bekerja.

Profesor Hosono, salah satu kandidat utama penerima penghargaan nobel untuk penemuan superkonduktor berbasis metal besi hingga teknologi TFT, IGZO yang dipakai luas untuk pembuataan layar monitor, smartphone, maupun tablet. Beliau banyak menjelaskan kondisi nyata penelitian di Jepang. Perlunya tambahan dana penelitian dari pemerintah. Kalau tidak bisa, harus ditingkatkan kerja sama dengan swasta khususnya ntk memajukan penelitian dasar dan jangka panjang. Beliau menegaskan perlunya Universitas ini lebih terbuka dan menjadi pusat penelitian internasional untuk menjadi universitas top 10 dunia.

Professor Ohsumi, baru saja pemenang penghargaan nobel kedokteran untuk penelitiaannya tentang mekanisme penghancuran otomatis komponen sel yang sdh tua atau tidak dibutuhkan lagi. (more…)

DAFTAR & NAMA PONPES TAHFIDZUL QUR’AN

UPDATE 23 Januari 2015

NB : Jika Anda Ingin Mencari Nama Pondok Pesantren atau Nama Pengasuh, Tekan C + F ( Ctlr dan huruf “f”) lalu masukan Nama Pondok Pesantren atau Nama Pengasuh, lalu tekan Enter

I. Jawa Timur dan Madura

1. PP. Darussalam Blok Agung. Pengasuh: KH. Hisyam Syafa’at, PengasuhTahfidz: K. Imam Mukhtar. Alamat: Banyuwangi Jawa Timur.

2. PP. Fi Dhilalil Qur’an. Pengasuh: K. Fauzan dan Nyai Umi Hanik. Alamat: Genteng, Banyuwangi, Jatim

3. PP. Putra-Putri Nurul Qur’an Assyadzily. Pengasuh: Gus Ainur Rofiq, Nyai Habibatul Muniroh Alamat: Desa Lojejer Kec Wuluhan Kab Jember Jawa Timur, HP. 081559993744

4. PP Nurul Jadid. Alamat: Gg. Zaid bin Tsabit (K) Karanganyar Paiton Probolinggo Jatim

5. PP. Fatahillah. Pengasuh: KH. Nabil Nizar dan Ibu Nyai Hj. Sholihatul Widad. Alamat: Sumber Kerang Maron Probolinggo Jatim (more…)

Cara mencari Profesor dan universitas intitusi pendidikan/penelitian di luar negeri

Kita bisa dengan mudah mencari professor atau institusi/departemen yang kita minati tanpa memerlukan atau bergantung kepada orang lain. Menurutku proses mencari Profesor atau institusi merupakan bagian dari proses yang menunjukkan kemampuan dan kualifikasi kita. Meraka yang mampu mencari dan menemukan sendiri profesor dan institusi untuk belajarnya sesuai dengan minatnya adalah yang benar-benar memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan gelar pasca sarjana.

Selain dengan pencarian dengan kata kunci bebas melalui mesin pencari, misal Google, cara mudah yang gratis dan dapat dilakukan siapa aja asal ada perangkat elektronik dan internet adalah sebagai berikut.

  1. Masukkan kata kunci bidang penelitian kita pada mesin pencari paper atau tulisan ilmiah. Ada banyak mensin pencari yang gratis seperti google scholar, elsevier, PubMed, JURN, sciencedirect, dan lain-lain.
  2. Temukan paper-paper yang sesuai dengan bidang kita. Kita tidak perlu mendonlot papernya untuk mengetahui nama penulisnya. Jadi, jurnal berbayar pun tidak mengapa menjadi sumber kita.
  3. Dapatkan nama penulisnya dan nama institusinya. Kalau ada beberapa penulis, biasanya nama penulis terakhir sebagai Professor. Bila bentuknya paper review, penulis pertama biasanya seorang Professor. Ada banyak kemungkinan.
  4. Berdasarkan nama penulis dan nama institusi yang kita dapat dari paper, konfirmasi keberadaannya melalui website resmi universitas atau institusi tersebut. Pastikan Professor atau penulisnya masih terdaftar di sana. Kadangkala Professor tersebut pindah atau sudah pensiun dan kemungkinan lainnya.
  5. Kirim email atau lakukan korespondensi melalui email atau nomer telpon resmi. Cek juga anggota dan alumni labnya, apa ada orang Indonesianya atau tidak. Bila ada Anda bisa mencoba mengontak orang tersebut juga.

(more…)