wedhus

Dari wedhus sampai Demokrasi

Kemarin status saya di yahoo messenger direspon oleh salah satu teman chatting saya. Yang akhirnya diskusi berlanjut sampai makhluk bernama demokrasi. Kita mempunyai konsep yang sama tentang tata cara pemilihan gubernur dan kepala daerah-kepala daerah di Indonesia. Saya menilai sistem demokrasi yang ada di Indonesia telah kebablasan atau keluar jalur.
Dua bulan lalu saat saya kembali ke Indonesia saya terkejut bahwa di daerah saya sekarang lurah atau kepala desa ditunjuk oleh camat. Saya menilai hal ini positif. Paling tidak tidak menambah proses pilkades yang sering menghabiskan uang ratusan juta dan kebanyakan yang dipilih cuman tong kosong berbunyi nyaring. Walaupun lurah atau kepala desa bukan dari daerah setempat saya yakin ia dipilih melalui pertimbangan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. (more…)

Advertisements